Senin, 3 September 2018

PERUBAHAN SIKAP

Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang (Titus 3:2)

Yak. 4:11-12                          BE. 503:1+3                       Gal. 2:11-14

          Mungkin kita tergoda untuk berpikir bahwa sikap kita tidak begitu penting. Banyak orang mungkin berpikir bahwa perbuatan-perbuatan kitalah yang lebih penting. Kita kembali ke masa Perjanjian Lama, peristiwa perjalanan Israel dari Mesir ini menegaskan bahwa bagi Tuhan sikap-sikap yang kita milikilah yang merupakan prioritas utama dalam hidup kita.

Kita harus belajar dari pengalaman bangsa Isael (1 Kor 10:1-11). Hukuman Allah yang dahsyat atas orang Israel yang tidak taat menjadi contoh dan peringatan bagi kita yang berada di bawah Perjanjian Baru agar jangan menginginkan hal-hal yang jahat. Kita diciptakan untuk menjadi serupa dengan Kristus. Dia ingin  kita menjadi bersifat seperti Allah, yakni mengambil nilai-nilai, sikap dan karak-terNya. Sasaran utama Allah bagi kehidupan kita  di dunia ini bukanlah  kenyamanan melainkan pengembangan karakter. Dia ingin agar kita bertumbuh secara rohani dan menjadi serupa dengan Kristus. Allah ingin agar kita mengembangkan jenis karakter yang digambarkan dalam ucapan  bahagia Yesus, buah-buah Roh, dan hukum kasih, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.

Paulus menjelaskan di dalam Efesus  4:22-24: tiga tanggung jawab kita  untuk menjadi serupa dengan Kristus. Pertama, kita harus memutuskan untuk melepaskan cara-cara lama bertindak (Efesus 4:22). Kedua, kita harus  mengubah pola pikir dan diubahlan oleh pembaharuan akal budi (Roma 12:2). Ketiga, kita harus mengenakan  karakter Kristus dengan mengembangkan kebiasaan baru.

Doa  :     Terima kasih Tuhan telah mengingatkan kami untuk merobah sikap-sikap buruk menjadi bersikap ramah dan lemah lembut kepada semua orang. Amin. (PMS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.