Senin, 27 Agustus 2018

HIDUPLAH MEMBAWA DAMAI

Berbahagialah orang yang membawa damai, Karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Matius 5:9)

1 Kor.   12:12-14                    BE. 281:1                         Yoh. 15:1-6

          Khotbah Yesus di Bukit merupakan revolusi pada hukum Taurat. Kesan orang-orang yang mendengar khotbah itu menjadi takjub, karena Yesus mengajarkannya sebagai orang yang berkuasa dan tidak sebagai ahli-ahli Taurat  (Matius 7: 28-29). Ucapan berbahagia yang diajarkan Yesus menjadi jawaban atas kegelisahan umat Israel dalam menantikan kedatangan Mesias. Orang yang membawa damai akan disebut sebagai anak-anak Allah. Suatu revolusi atas status golongan-golongan yang ada pada saat itu. Hal itu membawa kebencian bagi para ahli Taurat dan Farisi. Pertanyaannya: Bagaimana orang percaya membawa damai ?

Damai yang dibawa oleh orang percaya bersumber dari Tuhan sendiri, bukan dari kemampuan manusia untuk mengendalikan dirinya sehingga mampu membawa damai. Pada mulanya awal dari damai ini dianugerahkan oleh Tuhan pada waktu kelahiran Yesus kepada manusia yang percaya kepada Anak Yang lahir di Betlehem waktu itu. Kepada para Gembala yang menjaga kawanan domba di padang, bala tentara sorga berkata: “damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya (Lukas 2:14). Itulah augerah Allah kepada setiap orang percaya.

Setiap orang percaya pada dasarnya adalah orang-orang yang bisa membawa damai. Itulah keistimewaaan kita yang dianugerahkan Tuhan. Hal ini bisa terjadi karena damai sejahtera itu adalah buah Roh, bukan kemampuan kita dalam mengendalikan emosi. Sebagai buah Roh, karunia damai sejahtera itu melekat didalam hati kita yang muncul pada sikap dan perbuatan kita kepada orang-orang di sekitar kita. Hal itu bisa tumbuh dan berkembang apabila kita terus melekat kepada Yesus Kristus, dan secara terus-menerus kita lakukan sepanjang hidup kita.

Doa : Bapa, perlengkapi dan mampukanlah kami anak-anakMu menjadi pembawa damai ke berbagai kumpulan atau organisasi yang masih sering menghadapi pertikaian. Amin. (TSH)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Senin, 27 Agustus 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.