MENJADI KUAT BERSAMA TUHAN

Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah (Mazmur 16:8)

Rm. 14:13-20                BE. 736:1+5                          Yes 55:1-5

       Khawatir itu dikatakan manusiawi. Tetapi rasa khawatir mengindi-kasikan adanya keraguan dalam diri seseorang tentang kemampuannya dan pertolongan dari orang lain.  Pengalaman Daud menghadapi setiaap persoalan adalah senantiasa memandang kepada Tuhan. Ia bisa memandang Tuhan karena ia merasakan bahwa Tuhan ada bersama dengan dia. Daud mengatakan bahwa meski dalam situasi seperti apapun ia tidak goyah. Hatinya tetap dipenuhi sukacita dan jiwanya tetap bisa bersorak memuji Tuhan.

Menyerah kepada situasi akan membuat perasaan kita semakin jauh dari sukacita. Dalam keadaan sukacita, kita mudah untuk bergembira, tetapi pada saat mengalami kesulitan, ketika hidup penuh dengan problema dan tantangan, berhadapan dengan sejumlah permasalahan yang datang pada waktu yang bersamaan atau silih berganti, suasananya akan berbeda. Galau, resah dan gelisah; tidak ada sukacita. Kalau kita hanya memandang kepada masalah yang menerpa, bagaimana mungkin kita bisa tetap merasakan sukacita? Alkitab menyatakan, sukacita yang membawa rasa gembira bergantung kepada seberapa jauh kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita.

Seberapa dekat kita berada dengan Allah? Apakah kita senantiasa memandangNya? Ataukah justru mengarahkan pandangan kepada masalah itu sendiri yang menghilangkan sukacita kita?  Iman orang percaya akan menyerahkan segala persoalan hidupnya kepada Tuhan. Bila Tuhan akan menjadi penolong kita, kita tidak perlu gentar lagi menghadapi setiap tantangan kehidupan ini. Ada Yesus penolong yang setia. Pandanglah senantiasa kepadaNya.

Doa:       Terimakasih Tuhan Yesus yang senantiasa mendukung kami. Kami tidak akan goyah. Kami senantiasa bersyukur kepadaMu walau dalam situasi sulit. Amin. (DSim)