MENGUSAHAKAN KESEJAHTERAAN KOTA

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah bagi kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu juga (Yer 29:7)

1 Ptr.  2 : 11-17                          BE. 716:1+3                      Mik.  6: 8-9

          Perikop nats ini merupakan firman Tuhan kepada orang Israel yang terbuang di Babel. Meskipun mereka berada dalam pembuangan, Allah memerintahkan mereka agar peduli dengan kesejahteraan kota di mana mereka dibuang. Dalam kondisi yang demikian, apa yang Tuhan perintahkan mungkin menjadi hal yang paling sulit untuk dilakukan sebab berada di negeri pembuangani. Babel bukan tanah airnya sendiri. Mereka berada di sana bukan atas keinginan   mereka,   tetapi   dipaksa karena mereka kalah perang.

Dalam situasi   yang demikian, bisa saja sebenarnya mereka bersikap masa bodoh. Tetapi Allah   ingin   umatNya   menunjukkan   kepedulian   kepada   negeri   di   mana   mereka   dibuang. Umat Israel harus belajar untuk tetap melakukan yang baik. Mereka diajarkan untuk bersikap proaktif terhadap keadaan yang tidak menguntungkan. Sebab dalam tindakan proaktif tersebut mereka bukan saja menikmati kesejahteraan untuk diri mereka saja, tetapi menjadi agen pembaharu di mana mereka ditempatkan Allah.

Seperti kepada bangsa Israel, melalui nats ini kita juga terpanggil untuk sama-sama memikirkan dengan serius apa yang bisa kita usahakan untuk kota dan negara kita di Indonesia. Kita harus menyadari bahwa kesejahteraan bukanlah semata hanya milik sendiri atau keluarga atau kelompok sendiri saja. Allah mengajarkan kita untuk melihat konteks yang lebih besar. Dengan demikian maka kita akan menjalani kehidupan dan selalu berpikir apa saja yang kita kerjakan untuk membawa dampak yang baik bagi sekitar kita.

Doa:       Ya Tuhan Allah, ajar dan pimpinlah langkah kami untuk selalu memberikan yang terbaik dalam mengusahakan kesejahteraan kota dimana kami berada. Amin.  (YMS)