Minggu, 19 Agustus 2018

Minggu Keduabelas Setelah Trinitatis

PERCAYA AKAN JANJI TUHAN

Ep.   Galatia 4: 22-28  

          Pada saat Abram berusia 75 tahun, Tuhan menyuruh Abram pindah dari Haran ke suatu tempat yang dia belum tahu dengan janji bahwa Tuhan akan membuat Abram menjadi bangsa besar, namanya termasyhur, dan menjadi berkat (Kej. 12:2). Mereka tiba dan tinggal di Tanah Kanaan. Setelah Abram dan isterinya Sarai beberapa tahun tinggal di Tanah Kanaan, Tuhan kembali menjanjikan bahwa Abram akan mempunyai keturunan sangat banyak seperti bintang di langit (Kej. 15:6), sementara Sarai, isterinya, yang belum pernah melahirkan anak sudah semakin tua dan tidak haid lagi. Khawatir tidak mendapat keturunan, dan kurang tanggap akan janji Tuhan yang sudah dua kali disampaikan, Sarai menganjurkan Abram mendekati hambanya, Hagar, dan lahirlah Ismail sebagai anak kedagingan.

Pada saat Abraham berusia 99 tahun, kembali Tuhan menjan-jikan bahwa ia akan memperoleh anak yang akan dilahirkan oleh Sara sendiri. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Rahim Sara yang mandul itu kemudian dibukakan dan hamiI. Setahun kemudian lahirlah seorang anak sesuai dengan janji Tuhan dan diberi nama Ishak sebagai anak perjanjian. Dari segi logika, putusan Sara menganjurkan Abram mendekati hambanya, Hagar, dapat dipahami. Namun dari segi iman, putusan Sara dapat dipandang terburu-buru, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, dan Dia pasti setia akan janjiNya.

Dalam perjalanan kehidupan ini, kita juga dapat menghadapi masalah yang serupa. Mengharapkan dan menantikan berkat dan pertolongan Tuhan dalam hal tertentu, tetapi kita ragu sehingga mengambil jalan pikiran sendiri. Nats hari ini menegaskan, serahkanlah semua persoalanmu kepada Tuhan dan sabar menantikan hasilnya; bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, Dia setia pada janjiNya.

Doa:       Tuhan, ajarlah kami untuk menyerahkan semua persoalan hidup kami kepadaMu, karena Engkau akan menolong kami sesuai dengan janji setiaMu. Amin. (DEL)

 

PERCAYA AKAN JANJI TUHAN

Ev.   Kejadian 17: 15-27 

          Abraham adalah seorang tokoh besar dalam Alkitab. Kebesaran Abraham disaksikan melalui nats ini. Ia pernah kurang percaya akan janji Tuhan mengenai Sara yang sudah berusia 89 tahun dan sudah mati pucuk masih dapat melahirkan seorang anak baginya. Namun, disinilah letak kebesaran Abraham. Walaupun ia “kurang percaya” atas janji Tuhan yang secara manusia tidak masuk akal, ia tetap patuh secara mutlak kepada Allah dengan menyunatkan dirinya dan semua laki-laki yang lahir dirumahnya. Ia tidak bersungut-sunggut ketika janji Allah mengenai berkat keturunan dari Sara belum digenapi, justru ia tetap patuh dan dan bersikap baik kepada semua orang. Itulah sebabnya Allah sangat berkenan kepada Abraham dan memberkatiNya dengan berkelimpahan.

Pada saat Abraham berusia 99 tahun dan isterinya Sara berusia 89 tahun, sebenarnya Abraham sudah mempasrahkan anaknya Ismail, anaknya dari Hagar hambanya Sara, yang akan mewarisi kekayaannya. Namun dengan berserah kepada Tuhan dan mengikuti perintah Tuhan, janji Tuhan digenapi. Rahim Sara yang sudah mandul dibukakan Tuhan dan Sara hamil. Setahun kemudian, Sara melahirkan seoraang anak perjanjian sesuai dengan janji Tuhan, dan diberi nama Ishak, yang juga sesuai dengan nasihat Tuhan. Ishak memperanakkan Esau dan Yakub yang kemudian mempunyai keturunan yang banyak dan memenuhi bumi ini sesuai dengan janji Tuhan.

Sebagai orang yang beriman, kita patut meneladani iman Abraham yang teguh dan percaya akan janji Tuhan. Dia sabar menan-tikan realisasi janji Tuhan memperoleh anak perjanjian pada waktu dia berusia 100 tahun dan isterinya berusia 90 tahun. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Sebagai orang beriman, kita juga boleh beroleh mujizat Tuhan sesuai dengan kasih setianya kepada kita umat tebusanNya.

Doa  :     Tuhan, kami percaya akan janji setiaMu akan memberikan semua kebutuhan kami indah pada waktunya. Amin. (DEL)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.