Selasa, 14 Agustus 2018

MENGASIHI DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH

Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu (1 Petrus 1:22)

 Kis. 10:34-43                          BE. 212:6                       Im. 19:16-18

          Mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, merupakan ukuran kehidupan dari orang percaya. Itulah yang dikatakan oleh Rasul Petrus pada nats di atas. Dalam Perjanjian Baru, Yesus mengajarkan bahwa kita harus mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi sesama manusia; itu adalah hukum yang terutama. Kata Yesus: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kita para nabi“ (Matius 22:37-40). Dengan perilaku kehidupan seperti ini maka kita akan menjadi surat terbuka yang dibaca oleh semua orang dan Tuhan dipermuliakan.

Bagaimana kita melakukannya? Tentu semua manusia ingin melakukannya. Tetapi hanya orang percaya yang bisa dan mampu melakukannya karena perbuatan untuk mengasihi sesama adalah buah dan karya Roh Kudus yang dimeteraikan kepada kita yang percaya kepada Yesus (Efesus 1:13).  Roh Kudus yang dimeteraikan di dalam hati kita akan tumbuh dan berbuah karena kita terus melekat kepadaNya dan mau merobah hati dan pikiran kita setiap hari (Efesus 4: 23). Buah pembaharuan itu adalah kasih.

Dengan buah pembaharuan yang dilakukan oleh Roh Kudus di dalam hati kita, maka kehidupan kita akan membawa kehidupan di tengah-tengah gereja dan masyarakat (Kisah 2: 47). Biarlah kasih itu terus terpancar dalam tindakan dan perbuatan kita.

Doa :      Bapa, ajar kami melalui RohMu dengan lebih sungguh mengasihi Engkau dan sesama kami. Amin. (TSH)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.