KEBEBASAN KRISTEN DIDALAM KASIH KARUNIA ALLAH

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan (Galatia 5:1)

Yoh. 8:30-36                       BE. 415:1                              Rm. 6:15-23

             Kristus telah memerdekakan kita dari perhambaan hukum Taurat. Ia telah memerdekakan kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan Ia menjadi kutuk karena kita dan mati bagi kita di kayu salib (Gal 3:13). Orang yang percaya kepada Yesus Kristus tidak lagi berada di bawah hukum Taurat, ia berada di bawah kasih karuniaNya (Roma 6:14). Karena kita telah dimerdekakan oleh Kristus, maka kita tidak lagi berada di bawah perhambaan hukum Taurat. Oleh karena itu, kita memerlukan Penolong untuk menguasai hidup kita, yaitu Roh Kudus (Gal 5:13-21). Roh Kudus akan membimbing kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri, akan tetapi juga bagi orang lain.

Hidup dalam kemerdekaan ini demikian indahnya sehingga kita ingin menjalaninya demi kemuliaan Allah, karena Dialah yang memungkinkannya. Sungguh menyedihkan karena masih ada orang yang tidak menghayati kemerdekaan itu. Mereka lebih suka hidup di bawah kuasa hukum Taurat. Oleh karena itu Paulus memperingatkan juga kepada kita sekarang ini: “Berdirilah dengan teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”

Hukum Taurat terdiri dari 613 hukum yang harus ditaati oleh oleh orang Yahudi untuk menjadi benar di hadapan Allah. Tetapi Yesus telah membatalkan hukum itu di kayu salib. Dengan demikian kita sekarang hidup dalam hukum kasih karunia Allah yang telah membe-narkan kita melalui pengorbanan Tuhan Yesus. Dalam hukum kasih, kita mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi sesama manusia.

Doa  :     Tuhan Yesus, terimakasih telah memerdekakan kami dari perhambaan dosa melalui pengorbananMu di kayu salib, sehingga kami beroleh keselamatan. Amin. (BSS)