Minggu, 5 Agustus 2018

Minggu Kesepuluh Setelah Trinitatis

JANGAN MAU DIPERHAMBA OLEH APAPUN

Ep. Galatia 5:13-15

           Seorang pengguna narkoba dilayani sehingga dia meninggalkan kebiasaan itu. Tetapi beberapa waktu kemudian, dia bertemu lagi dengan teman lamanya. Dia dibujuk lagi, sehingga dia kembali lagi menjadi pengguna narkoba lalu dipenjarakan. Itulah orang yang sudah dimerdekakan tetapi kemudian menyerahkan hidupnya lagi untuk diperhamba kebiasaannya yang lalu.

Demikian jemaat di Galatia. Mereka sudah menerima kemer-dekaan dalam Tuhan Yesus. Tetapi ada pengajar sesat yang membujuk mereka kembali lagi ke agama yang lama, hidup di bawah Taurat dan hidup sesuka hatinya. Paulus mengingatkan mereka dan kita, Taurat tidak bisa memerdekakan, tetapi akan memperhamba. Yang bisa memerdekakan kita secara tuntas dan sempurna hanyalah Tuhan Yesus melalui kematian dan kebangkitanNya. Di dalam Yesus kita adalah manusia yang telah bebas atau merdeka. Dan kebebasan itu kita gunakan hanya untuk melakukan kehendakNya, bukan untuk memuaskan nafsu duniawi. Mengandalkan perbuatan dengan melakukan Hukum Taurat, dan hidup sesuka hati tanpa Yesus, sama dengan si pengguna narkoba tadi, yang sudah sempat bebas, kemudian menyerahkan diri lagi diperbudak oleh dosa.

Masih banyak orang Kristen seperti itu, misalnya: mengham-bakan dirinya diperbudak kuasa kegelapan, harta, rokok, minuman keras, judi, hobby yang salah, bahkan diperbudak oleh “gadget” atau media sosialnya. Karena orang yang terikat atau tidak bisa melepaskan diri dari sesuatu adalah sama dengan memberikan diri untuk diperbudak olehnya. Ingatlah, kita adalah manusia merdeka di dalam Yesus. Jangan mau lagi diperbudak oleh apapun di dunia ini. Hati-hatilah, karena kekuatan dan pesona dunia siap menghadang.

 Doa:       Terimakasih Yesus, yang telah memerdekakan kami. Kami hanya mau menjadi hambaMu. Kuatkan kami agar kami tidak mau diperbudak oleh kuasa dunia ini. Amin. (STPS)

 

MENGISI KEMERDEKAAN

Ev.    Keluaran 13: 11-16

        Puji Tuhan, beberapa hari lagi kita akan merayakan Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-73. Memang, kemerdekaan bukan hanya hak tetapi juga kebutuhan semua orang. Karena itulah, Tuhan mau memerdekakan Israel dari perbudakan Mesir, melalui tangan yang kuat, dari tulah pertama hingga kesepuluh. Dan terutama, Allah mau memerdekakan kita dari perbudakan dosa, melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, dan kita menjadi manusia merdeka di dalam Tuhan Yesus (Yoh. 8:36).

Tetapi, nats ini mengingatkan, supaya kita jangan hanya menikmati kemerdekaan; kita juga ditugaskan untuk mengisinya. Israel harus mempersembahkan anak sulungnya dan anak sulung hasil tanah dan ternaknya kepada Tuhan (Ayat 12-13), sebagai pengakuan bahwa mereka memperoleh semua itu karena kemerdekaan yang telah Tuhan berikan. Mereka juga wajib mewariskan sejarah perbuatan Allah itu kepada keturunan mereka sepanjang abad, dan harus menjadi “credo” atau pengakuan iman mereka (Ayat 14-16). Ini jugaberarti bahwa kita harus mau mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan Yesus yang telah memerdekakan kita dari perbudakan dosa, dan mau memberitakan berita kemerdekaan, kelepasan, keselamatan itu turun temurun bahkan ke semua mahluk di seluruh dunia.

Kita juga patut menjadi pioner memperjuangkan kemerdekaan setiap orang, kita mulai dari rumah kita masing-masing, ke sekitar kita, masyarakat, bangsa dan seluruh dunia, sehingga tidak ada lagi pembungkaman, diskriminasi dan pelecehan. Jangan mau lagi diperbudak atau diikat oleh apapun di dunia ini, termasuk rokok, minum, hobby atau kebiasaan yang salah. Biarlah kita siap diikat dan menghambakan diri hanya kepada Tuhan Yesus, Penebus kita.

 Doa:       Terimakasih Yesus atas kemerdekaan yang telah Kau sedikan bagi kami, dari dosa, iblis dan maut. Mampu-kanlah kami mengisi kemerdekaan itu. Amin. (STPS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.