JANGAN MEMBERI DAN MENERIMA SUAP

Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar (Keluaran 23:8)

 Kis. 5:1-6                           BE. 267:2                              Am. 11:7-18

        Saat ini bangsa Indonesia sedang gencar-gencarnya melawan suap dan korupsi. Dari segala lapisan masyarakat telah banyak yang ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman karena masalah suap dan korupsi. Ada dari anggota legislatif yaitu anggota DPR Pusat dan DPRD Propinsi dan Kabupaten/Kota; ada dari kalangan penegak hukum yaitu polisi, jaksa dan hakim, dan ada dari pejabat pemerintah, tingkat pusat, propinsi atau kabupaten/kota. Artinya masalah suap dan korupsi tidak memandang bulu sudah melibatkan seluruh strata masyarakat. Suap diberikan agar hukum diputar balikkan, membutakan mata orang yang menerimanya sehingga berjalan di dalam kegelapan.

Ternyata masalah suap sudah ada setua peradaban manusia. Alkitab sudah mengingatkan manusia jauh sebelum ada KUHP atau Undang-undang KPK. Tuhan sudah memberi hukumNya kepada Musa untuk menuliskan dan mengajarkan kepada umat Israel agar jangan terlibat dalam perkara-perkara suap yang membutakan mata itu, yang akhirnya akan membawa malapetaka.

Tuhan juga melalui firmanNya mengingatkan kita orang-orang Kristen atau pengikut Kristus agar jangan menerima suap karena akan mendorong orang-orang yang melakukannya jatuh ke dalam pemutar-balikan perkara. Pemberi dan penerima suap akan jatuh ke dalam penderitaan dan kehilangan damai sejahtera. Nyanyian kita hari ini mengingatkan: Meski melimpah hartaku, tak terpuaskan jiwaku. Kesur-galah tujuanku. Kau Yesus hartaku, idaman hatiku, sukacitaku. Semoga gereja kuat untuk terhindar dari masalah suap ini.

Doa:       Tuhan tolonglah kami agar dapat menjauhi dan menolak segala suap yang akan membutakan mata kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. (RP)