Minggu, 29 Juli 2018

Minggu Kesembilan Setelah Trinitatis

TUHAN SELALU MEMPERLENGKAPI HAMBANYA

Ep.   2 Rajaraja 2:6-18

            Regenerasi kepemimpinan dapat menimbulkan ketegangan dan kegelisahan  dalam setiap komunitas. Perikop ini adalah tentang peralihan kepemimpinan dari nabi Elia kepada nabi Elisa dan bagaimana peran aktif Tuhan sebagai Penguasa Alam Semesta dalam hidup orang beriman dalam peralihan kepemimpinan tersebut. Peristiwa ini terjadi pada masa pecahnya kerajaan Israel menjadi kerajaan Israel Utara dan Yuda, sehingga peran kuasa Allah dinyatakan.

                Karakter nabi Elia berbeda dari nabi Musa dan nabi Samuel. Mereka  semua pemberani, namun nabi Elia adalah pembicara yang fasih dibanding semua nabi-nabi Israel. Pendekatan nabi Musa dalam kenabiannya adalah penganjur atau pembela bangsa Israel. Meskipun ketika bangsa itu murtad, Musa membela agar murka Allah jangan menimpa Israel, demi misi Allah yang membawa mereka masuk tanah Kanaan. Pendekatan nabi Elia adalah seorang hakim tanpa kompromi terhadap bangsa Israel. Contoh peristiwa di Bukit Karmel, dimana 850 nabi dewa Baal mati hangus ketika Allah mendatangkan api untuk korban bakaran. Nabi Elia ditakuti dan diiingat orang Yahudi sebagai yang istimewa. Atas doanya kepada Tuhan, dia diperintahkan mengangkat raja Aram dan Israel; menunjuk Elisa menjadi penggantinya dan mengidentifikasi 7000 orang Israel yang tidak menyembah dewa Baal (1 Raja-Raja 19: 15-18).

                Tiga kali nabi Elia meminta Elisa untuk meninggalkannya untuk menggantikannya, tetapi Elisa yang loyal dan setia, tetap tekun mendampingi nabi Elia. Tuhan memperlengkapi hambaNya, nabi Elisa menggantikan nabi Elia yang ditandai dengan jubah nabi Elia yang ditinggalkan ketika nabi Elia diangkat Tuhan ke surga. Kita juga dalam melakukan tugas pelayanan kita, pasti diperlengkapi Tuhan.

 Doa  :     Terima kasih Tuhan telah berkenan mengutus kami untuk memberitakan FirmanMu dan melayani jemaatMu, dan Tuhan akan memperlengkapi kami.  Amin. (BDFS)

 

PENGIKUT YESUS YANG SETIA

Ev.    Matius 16:24-28

         Yesus telah menyatakan kepada murid-muridNya bahwa Dia harus menderita, dan bahwa Dia siap dan taat untuk menderita, dan sekarang Dia hendak mempersiapkan mereka untuk juga siap menderita. Hal ini mungkin mengundang rasa kecewa para murid-muridNya, karena dalam persepsi mereka, Yesus tidak menderita dalam menegakkan kerajaanNya di dunia ini. Tetapi akhirnya mereka sadar dan bersedia memberitakan atau bersaksi tentang pengorbanan Yesus dan Kerajaan Allah seumur hidup mereka.

                Mengikut Yesus berarti menyerahkan diri kepadaNya sebagai pilihan hidup bebas mengikut Dia dengan setia dan taat.  Untuk itu para murid harus yakin bahwa mengikut Yesus adalah anugerah Allah. Keselamatan ada di dalam Yesus Kristus dan kekuatan mengikut Dia dijamin olehNya sepanjang hidup.  Ketekunan dan ketaatan kepadaNya dengan rendah hati adalah sikap pengikut Yesus Kristus dalam menghadapi penderitaan dengan berpengharapan kepadaNya.

                Para murid Tuhan Yesus pada pertumbuhan Gereja mula-mula betul-betul memikul Salib, dalam arti menghadapi tantangan berat dan penuh pengorbanan berat. Walaupun dengan kondisi yang berbeda, hal yang serupa dapat dihadapi oleh para pemberita Injil sekarang ini di Indonesia. Pembatasan datang dari pengaturan Pemerintah dalam kemasan menjaga kerukunan beragama. Tantangan berat datang dari kelompok fanatik anti Kristus. Bahkan tantangan yang lebih berat justru bisa datang dari internal sendiri. Sebab itu Salib tidak perlu dicari-cari atau dihindari. Pikullah Salib itu dengan setia dan taat kepada Yesus Kristus. Memikul Salib adalah konsekuensi keselamatan yang telah kita terima. Kita terpanggil untuk melangkah teguh dalam misi Yesus Kristus, yaitu bersaksi dan melayani sesuai Firman Tuhan.

 Doa  :     Tuhan, kuatkanlah iman percaya kami kepadaMu, teguh dan taat memikul Salib bersama Engkau dalam bersaksi dan melayani sesama. Amin. (BDFS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.