Minggu, 22 Juli 2018

Minggu Kedelapan Setelah Trinitatis

BERTEKUN DALAM DOA

Ep.   Kolose 4:1-6

           Paulus dalam perikop ini menekankan pentingnya setiap orang untuk tekun berdoa, baik di dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan. Paulus meminta jemaat Kolose untuk berdoa dengan sikap berjaga-jaga sambil mengucap syukur. Maksud dari “berjaga-jaga di dalam doa” adalah bahwa kita harus tekun dalam berdoa, terus menerus dan siap selalu dalam berdoa. Istilah Yunani yang dipakai untuk “berjaga-jaga” sama dengan gambaran tentang sebuah perahu yang selalu siap dipakai untuk menolong orang lain. Jadi, ada kesungguhan dan keseriusan dalam berdoa. Tujuan berdoa di sini adalah agar Tuhan sendiri yang bekerja di dalam setiap mengha-dapi persoalan, termasuk dalam pemberitaan Injil, agar Injil disam-paikan dengan baik dan diterima dengan baik pula.

                Dalam pemberitaan Injil, metode memang penting, tetapi doa adalah yang paling utama. Selain itu Paulus juga menekankan aspek praktis kepada jemaat Kolose. Jemaat diminta untuk hidup baik, mengandalkan hikmat Allah dalam mengambil keputusan-keputusan hidup, senantiasa menghargai waktu, berlaku adil dan jujur. Cara bertutur kata harus diperhatikan agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain, agar jiwa sendiri dan jiwa orang lain turut terbangun.

                Nasihat Paulus ini juga berlaku buat kita sekarang ini, yaitu supaya kita tekun berdoa dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam kehidupan rumah tangga, dalam pekerjaan, dalam persekutuan orang-orang percaya, dan untuk pemberitaan Injil. Disamping itu, kita berdoa untuk diberikan Tuhan karunia hikmat, supaya kita dapat bertutur kata yang penuh kasih dan membangun dan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Dengan hikmat Tuhan kita dapat berlaku adil dan jujur, serta mengambil keputusan hidup sesuai kehendak Tuhan.

 Doa  :     Tuhan, ajar kami untuk tekun berdoa, karena kami tidak mampu melakukan segala yang baik tanpa bimbingan dan pimpinanMu. Amin. (TS)

 

MENGENDALIKAN NAFSU KESERAKAHAN

Ev.   1 Rajaraja 21:1-16

           Ahab, sebagai raja Israel, mempunyai kekuasaan, kekayaan, dan kemegahan yang pasti jauh di atas Nabot. Namun ia tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah ia miliki. Ia tidak dapat menguasai nafsu untuk mengingini dan memiliki. Nabot rupanya adalah seorang yang berprinsip kuat. Baginya, tanah milik pusaka, sebagaimana diatur oleh firman Tuhan, tidak boleh berpindah tangan, tetapi harus berada dalam keluarga yang sama turun-temurun. Tanah milik Tuhan tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas (Im. 25:23).

                Kita melihat bahwa pendirian Nabot menunjukkan iman dan ketaatannya kepada Tuhan, bahwa Tuhan berdaulat atas seluruh dunia. Hal ini membuat Ahab kesal. Ahab tahu bahwa Nabot benar. Ia tidak punya alasan untuk memaksakan kehendaknya, sebab di hadapan pengadilan Israel, ini tidak akan diperlakukan sebagai kasus seorang rakyat jelata melawan rajanya, melainkan kasus seorang raja melawan Allah Israel. Tak ada peluang Ahab menang. Ahab tidak tinggal diam. Di saat Ahab mengalami kebuntuan, isterinya, Izebel, memberikan jalan keluar yang kreatif. Sayangnya, kreativitas ini membawa Ahab ke dalam kekelaman. Nafsu yang tidak dapat dikuasai itu akhirnya membuahkan tindakan dosa yaitu melanggar firman Tuhan secara sadar dan sengaja. Atas bujukan istrinya, ia menyetujui untuk melenyapkan Nabot secara licik dan sadis. Keinginan Ahab terpuaskan. Keinginan yang tidak terkontrol membuahkan dosa yang dibenci oleh Allah.

                Nats ini mengajarkan kepada kita untuk tidak serakah akan harta dan kuasa, dan untuk tidak menyalah gunakan kewenangan atau kuasa yang diberikan Tuhan kepada kita. Kita harus selalu minta bimbingan Roh Kudus, supaya kita mampu mengendalikan nafsu-nafsu kedagingan kita dan keinginan-keinginan keduniawian kita.

 Doa :      Tuhan, berilah Roh KudusMu selalu menyertai dan
membimbing kami, supaya kami tidak serakah dan mampu mengendalikan nafsu keinginan kami. Amin. (TS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.