Minggu, 15 Juli 2018

Minggu Ketujuh Setelah Trinitatis

TUHAN PASTI MENEPATI JANJINYA

Ep.    Kejadian 18:1-10

           Cuaca panas terik membuat Abraham kegerahan. Karena itu, dia duduk beristirahat di pintu kemahnya. Tiba-tiba, dia melihat di depannya berdiri tiga orang yang tidak dia kenal. Dia memprediksi, mereka  musyafir yang sedang dalam perjalanan, dan ingin beristirahat (berteduh). Dia berlari menyambut mereka. Dia memberikan hormat dengan sujud sampai ke tanah. Abraham melayani mereka dengan baik: Memberi air membasuh kaki mereka, memberi makanan dan minuman, memberi tempat di bawah pohon Tarbantin  untuk beristirahat. Terjadilah dialog yang menarik. Dimana Sara isterimu? Dia menjawab  di dalam kemah. Mereka berjanji, ”Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara isterimu akan mempunyai seorang anak laki-laki.”

                Dalam benak Abraham, siapakah mereka ini? Kenapa mereka tahu, aku dan Sara mendambakan anak laki-laki sebagai ahli warisku yang telah dijanjikan Allah (Kej. 17:15-19)? Kenapa mereka dapat memberikan jaminan untuk itu? Abraham mulai mengerti bahwa di balik mereka ada tokoh sentral, yaitu Tuhan Allah. Tuhan pasti menepati janjiNya. Janji itu menjadi realitas dengan lahirnya Ishak  (Kej. 21:1-5).

                Kita adalah pengikut Yesus Kristus. Yesus telah menjanjikan keselamatan dan hidup yang kekal kepada kita asalkan kita percaya kepadaNya, mengakui Dia satu-satuNya Juruselamat, dan melakukan kehendakNya. Tuhan pasti menepati janjiNya. Karena itu, kita harus menyambut Dia dan melayani Dia. Di mana? Bukan hanya ketika ibadah atau acara keagamaan. Kita bertemu Yesus ketika kita melayani mereka yang haus, lapar, sakit, telanjang, di penjara,  membutuhkan tumpangan, tertindas, dan yang membutuhkan pertolongan. Melayani mereka sama dengan melayani Yesus (Mat. 25:31-46).

Doa:       Tuhan, ajar kami melayani Engkau dan melayani sesama kami agar kami layak menerima janjiMu, yaitu  kesela-matan dan hidup yang kekal. Amin. (WM)

 

KITA DIPANGGIL UNTUK MEMBERITAKAN INJIL

Ev.   Kisah Para Rasul 18:1-8

          Paulus  ditangkap Kristus di jalan menuju Damsyik (Kis. 9:1-18) untuk ”sebuah misi,” yaitu memberitakan Injil. Paulus merupakan penginjil terbesar sepanjang sejarah. Dia memberitakan Injil ke seluruh Asia Kecil dan setengah dari benua Eropa. Paulus bukanlah tipikal pemelihara jemaat tetapi  perintis jemaat. Dia selalu berpindah-pindah.  Nats ayat 1 menyatakan Paulus meninggalkan Atena lalu pergi ke Korintus. Tidak mudah untuk memberitakan Injil di Korintus sebagai kota pelabuhan yang  strategis menjadi pusat bisnis sekaligus pusat kejahatan, pusat kemaksiatan, dan pusat kegelapan. Di Korintus, Paulus bertemu dengan Akwila dan Priskila. Mereka sangat akrab karena profesi yang sama sebagai tukang kemah.

                Setiap hari Sabat di rumah ibadat, Paulus meyakinkan  orang-orang Yahudi dan Yunani akan Injil. Pemberitaan Injil semakin masif setelah Silas dan Timotius datang dari Makedonia untuk membantu. Berita Injil yang disampaikannya adalah bahwa: ”Yesus adalah Mesias.” Apakah penginjilan Paulus di Korintus mulus? Tidak. Banyak yang memusuhi dan menghujatnya. Namun dia tidak menyerah. Krispus kepala rumah ibadat beserta keluarganya dan banyak orang yang mendengarkan penginjilannya menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

                Apakah kita juga dipanggil untuk ”misi” memberitakan Injil? Memberitakan Injil bukan hanya tugas pendeta, evangelis dan pejabat gerejawi lainnya. Semua orang percaya dipanggil untuk memberitakan Injil (Mat. 28:19) sebagai realisasi dari kasih kepada sesama (Mat. 22:39). Tugas itu tidak dapat  ditolak (1 Kor. 9:16a) karena bukan pilihan tetapi kewajiban. Kita memberitakan Injil seperti domba ke tengah-tengah serigala (Mat. 10:16). Banyak penderitaan bahkan maut yang menghadang. Tetapi jangan takut. Yesus yang kita beritakan itu akan  menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman.

 Doa:       Tuhan! Berikanlah kemampuan dan kekuatan kepada kami untuk selalu memberitakan InjilMu. Amin. (WM)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 15 Juli 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.