JANGAN DIPERHAMBA UANG

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu  uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka (1 Timotius 6:10)

 Luk. 12:31-34                 BE. 399:1-2                            Ams. 5:7-10

         Di kalangan masyarakat Batak Toba, banyak orang yang berpan-dangan bahwa ada tiga hal penting dalam kehidupan, yaitu kekayaan (berupa harta, dan uang) (hamaraon), jumlah keluarga yang banyak (hagabeon), dan kemuliaan (hasangapon). Karena itu seseorang yang kaya sering dielukkan dan dipuji-puji, tanpa perlu tahu sumber kekayaan itu, apakah karena menipu, atau mencuri, atau korupsi seperti banyak kejadian akhir-akhir ini.

                Nats hari ini menandaskan bahwa akar segala kejahatan ialah cinta uang. Demi cinta uang, banyak orang memburu uang dengan cara menyimpang dari iman, dan dengan demikian menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Demi cinta uang banyak orang yang mencuri, merampok, menipu, menjual narkoba dan atau korupsi yang akhirnya tertangkap dan menderita di penjara. Demi cinta uang banyak orang yang sudah kaya ingin tambah kaya lagi, sehingga tidak ada waktu untuk keluarga dan untuk Tuhan, dia menjadi diperhamba oleh uang dan kekayaannya itu. Waktu tiba saatnya meninggal, semua kekaya-annya akan tertinggal juga. Kekayaan (hamoraon), keluarga besar (hagabeon) dan kemuliaan (hasangapon) akan cepat berlalu.

                Nats hari ini mengingatkan kita supaya tidak memiliki sikap cinta uang untuk tidak diperhamba uang. Sebaliknya, kita diminta mendahulukan mencari kerajaan Allah, sebagaimana Tuhan Yesus mengatakan: “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).

 Doa:       Bapa surgawi, tuntunlah kami untuk tidak diperhamba oleh uang, tetapi mendahulukan mencari kerajaanMu dan kebenaranMu. Amin. (AHSim)