Minggu, 8 Juli 2018

Minggu Keenam Setelah Trinitatis

MENGUMPULKAN HARTA DI SORGA

Ep.   Matius 6:19-24

         Seorang hartawan terbaring menunggu saat kematiannya. Semua waktu hidupnya telah dihabiskannya untuk mencari uang, karena dia berprinsip: uang dapat menolongnya untuk keluar dari setiap persoalan. Di saat akan mati dia berpesan agar keluarganya mele-takkan sebuah kantong yang berisi uang dan emas banyak di dalam peti matinya. Setelah meninggal, di dunia lain, ia mencoba mencari namanya di buku kehidupan. Tetapi tidak ada. Lalu ia menemukan sebuah restoran. Dia berfikir untuk membelanjakan uangnya disana. Tetapi pelayan restoran itu memberitahu bahwa uang dan emasnya itu tidak berlaku disana. Dia sangat sedih, dan pergi menahan lapar dan haus yang menyiksanya selama-lamanya. Ternyata, uang dan harta tidak bisa membantu kita agar nama kita tertulis di Kitab kehidupan kelak (band. Lukas 12:13-31).

Karena itulah Yesus mengingatkan di Ayat 19-20: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga.” Dan di Lukas 9, Yesus mengatakan: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” Yesus mengajak kita lebih mengutamakan mencari harta di sorga. Dengan apa? Dengan menerima Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat kita, serta melakukan kehendakNya sebagai bukti iman kita kepada Dia.

Kita boleh bekerja keras untuk uang. Tetapi kita juga harus punya cukup waktu untuk Tuhan. Uang yang diperoleh digunakan untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Dan Tuhan pasti mencu-kupkan kebutuhan kita. Kita menjadi kaya di bumi dan di sorga. Jangan pernah menghambakan diri kepada uang atau harta duniawi ini, akan tetapi kepada Tuhan yang sumber dari segala berkat itu.

 Doa :      Ya Allah, hanya Engkaulah Tuanku dan hartaku. Jangan biarkan aku menghambakan diriku untuk harta duniawi ini. Amin. (STPS)

 

JANGAN CINTA UANG

Ev.   Pengkhotbah 5:9-16

        Nyanyian Sekolah Minggu berbunyi: “Apa yang dicari orang? “Uang, uang, uang!!, bukan Tuhan Yesus.” Akibat pengaruh globalisasi, semakin banyak orang jatuh ke materialisme dan moneisme yang membuat materi dan uang menjadi tuhannya.

                Nats ini bukan berbicara tentang orang kaya, tetapi tentang orang yang cinta uang atau mata duitan dan kekayaan (Ayat 9), yaitu orang yang mempercayakan hidupnya kepada uang dan harta, lalu melakukan segala cara untuk memperolehnya, mencari keuntungan gelap dan egois. Di Lukas 12:15, Yesus menyebutnya sebagai orang yang tamak atau rakus. Dan Amsal 15:27 mengatakan, mereka ini menghancurkan keluarganya sendiri. Karena orang seperti itu cenderung bertindak kejam, sehingga akan mendatangkan kecelakaan bagi dirinya (Ayat 12). Orang tamak tidak pernah puas dengan yang ada padanya (Ayat 9) dan mereka cenderung memiliki rasa kuatir yang berlebihan. Karena uang setan akan dimakan hantu. Sudah banyak bukti tentang ini tetapi masih saja banyak orang melakukannya. Paling menyedihkan, kita baca di Lukas 12:13-21, ternyata, bila kematian mendatangi, hartanya tidak mampu menghalangi atau membantunya.

                Itu sebabnya Firman Tuhan mengatakan: ”Akar dari segala kejahatan ialah cinta uang. Mereka yang ingin kaya sering jatuh pada pencobaan” (1Tim.6: 9-10). Karena itu sebaiknya, pertaruhkanlah hidupmu hanya ke tangan Tuhan. Carilah harta dan uang hanya dengan cara dan di jalan Tuhan. Gunakanlah itu untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Nikmatilah itu dalam Tuhan, dengan hidup bersyukur dalam rasa cukup (1 Tim. 6:6-8). Hidupilah doa yang diajarkan Tuhan Yesus yang mengatakan: ”Berilah kami hari ini makanan kami yang secukupnya”.

Doa:       Tuhan, ajar kami mencari dan menggunakan uang dan harta hanya menurut kehendakMu, dan biarlah kami dapat menjadi saluran berkatMu bagi orang lain. Amin. (STPS)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 8 Juli 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.