TAHIRKANLAH JIWAKU YA ALLAH

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! (Mazmur 51:12)

Gal. 6:4-5                  BE. 169:1                          Yeh. 11:18-20

         Setelah Raja Daud menghampiri dan tidur bersama Batsyeba, isterinya pasukan perang Uria, nabi Natan mengingatkan bahwa Tuhan tidak berkenan terhadap perilakunya itu. Daud sadar bahwa dia telah menyalah gunakan kewenangannya untuk memper-isterikan Batsyeba dan dia telah berdosa terhadap Tuhan. Dia menyesali perbuatannya dan mohon pengampunan Tuhan. Dia mohon pengasihan Tuhan dan menghapuskan pelanggarannya. Dia mohon hatinya ditahirkan dan memperbaharui batinnya dengan roh Allah.

Hati merupakan pusat emosi seseorang untuk melakukan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu (Amsal 27:19). Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati manusia. Tindakan manusia yang baik bersumber dari hatinya yang baik, dan tindakan manusia yang jahat bersumber dari isi hatinya yang jahat. Sebab itu, hati yang menimpang dari jalan Tuhan, perlu diperbaharui supaya kembali ke jalan Tuhan. Itulah permohonan pemazmur, supaya hatinya ditahirkan, kembali mengikuti jalan Tuhan.

Seperti pemazmur, kita juga kadang-kadang tergoda dan  tergelincir jatuh melakukan berbagai bentuk dosa seperti nafsu kedagingan, mengandalkan kuasa kegelapan, memegahkan diri, menipu, korupsi, serta membenci dan menyusahkan orang lain. Nats hari ini mengajak kita meneladani pemazmur, yaitu setiap kali kita sadar telah tergelincir melakukan dosa, kita datang sembah sujud di hadapan  Tuhan dan mohon pengampunannya, karena hanya Dialah yang mampu memperbaharui hati dan pikiran kita di dalam  Tuhan  Yesus.

Doa :      Tuhan, biarlah kuasa Roh KudusMu memperbaharui hati kami, dan membimbing kami selalu hidup menurut jalan kebenaranMu. Amin. (ARP)