Minggu, 24 Juni 2018

Minggu Keempat Setelah Trinitatis

KEUTAMAAN YESUS

Ep.   Kolose 1: 15-23

                Alkitab secara keseluruhan, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, tidak diragukan lagi adalah mengenai Yesus Kristus. Dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Kolose adalah kitab yang mungkin paling “Christ-centered” dalam Alkitab. Fokus utama Kolose adalah sosok dan karya pelayanan Yesus Kristus. Tema nats ini adalah tentang keutamaan Yesus Kristus. Untuk lebih spesifik, keutamaanNya adalah sosok Yesus yang unik, lain dari yang lain- Yesus adalah gambar dan citra Allah.

                Pertanyaan yang paling penting dan kritis ialah “Siapakah Yesus Kristus”? Inilah pertanyaan yang dihadapi gereja di Kolose sejak 2000 tahun yang lalu terutama dari aliran Gnostik yang meyakini Yesus bukan Tuhan tetapi salah satu ciptaan. Paulus tidak ragu menyatakan Yesus adalah gambar Allah, bukan sekedar menyerupai Allah. Yesus adalah Allah sendiri (Yoh. 8:58 dan Yoh.14:7-11). Dia yang sulung dari segala sesuatu.

                Yesus adalah yang sulung, kepala semua ciptaan, sebab Dialah penciptanya. Orang lebih menaruh kepercayaan pada ilmu pengetahuan, menyebut diri penemu atau pencipta dengan merekayasa ciptaan Tuhan; dan mencanangkan berbagai soal kesempatan, mutasi genetika; hingga bumi adalah produk fenomena alam (Big-Bang theory) dan manusia berevolusi dari binatang/kera (teori Darwin). Demi kasih Allah, Yesus mencurahkan darahNya di kayu salib agar kita manusia berdosa diperdamaikan dengan Allah. Dengan kebangkitan Yesus Kristus, Allah Pencipta langit dan bumi memperbaharui kita, berhikmat, menjadi kudus dan menjadi milikNya (Kol 1:16). Bagaimana posisi Yesus Kristus dalam hidupmu? Apakah Dia menjadi yang utama dalam hidupmu dan Penguasa di hatimu? 

Doa:       Tuhan, berilah kami berhikmat memahami keutamaan Yesus dan menyambutMu sebagai Penguasa hidup kami dalam iman dan pengharapan Injil. Amin. (BDFS)                           

 

 

ALLAH BERKUASA ATAS SELURUH CIPTAANNYA

Ev.   Mazmur 104:19-30

             Kesempurnaan adalah elemen kudus kuasa Allah atas cipta-anNya. Dia membuat ada dari yang tidak ada sehingga Allah tidak memerlukan riset dan percobaan-percobaan empiris sebagaimana dilakukan manusia penemu atau pencipta rekayasa di dunia ini. Ciptaan Allah adalah sempurna baik bentuk, sifat maupun keteraturan operasionalnya.

                Mazmur 104 adalah deskripsi tentang keagungan alam semesta ciptaanNya, yg terdiri atas 3 prinsip: (i) prinsip keutuhan dan kesempurnaan; (ii) prinsip tentang hidup, gerak, energi dan keteraturan; (iii) prinsip keterikatan antara hidup manusia dengan makhluk lainnya dimana manusia yang tertinggi dari semua. Mazmur ini merupakan penjelasan puitis dari Karya Penciptaan pada bab pertama Kitab Kejadian. Dari fenomena alam yang luarbiasa itu, pemazmur mengamati bahwa semua makhluk tergantung kepada Tuhan atas makanan, kesejahteraannya, pengalaman menghadapi kesulitan, umur dan regenerasi. Semua adalah ciptaan Roh Allah yang memperbaharui kehidupan alam dari waktu ke waktu.

                Sebagai orang percaya dalam penebusan Yesus Kristus, kita diingatkan bahwa kita tak cukup hanya menyadari keadaan lingkungan dan melakukan pengamatan. Sebagai ciptaan tertinggi, manusia bukan sekedar makhluk yang berpikir, tapi diciptakan untuk memuji Allah, menyanyikan pujian syukur mengagumi karya ciptaan Tuhan yang adalah baik dalam pandanganNya (Kej.1:31), dalam rangka memu-liakan Allah, bukan untuk memberhalakan ciptaanNya. Karena seluruh ciptaan Tuhan tergantung kehendakNya, tidak abadi, hanya Tuhan yang abadi dan patut disembah. Dia benci ketidak-adilan; bila Dia murka, semua makna kudus ciptaanNya dapat lenyap. 

Doa:       Ya Tuhan, kiranya iman percayaku teguh dalam hikmat Roh Kudus agar tidak bergoncang untuk menyembahMu saja dan pengharapan Injil. Amin. (BDFS)

 

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.