Minggu, 17 Juni 2018

Minggu Ketiga Setelah Trinitatis

KASIH SETIA TUHAN

Ep.  Kejadian 7:10-24 

         Air merupakan sumber hidup manusia, tetapi dalam peristiwa air bah di zaman Nuh, air itu sendiri yang mematikan umat manusia yang tidak taat hukum. Ketika ketidaktaatan, pelang-garan, pemberontakan dan perzinahan menguasai kehidupan manusia, Allah murka dan mengirimkan air bah ke bumi untuk membumi-hanguskan semua kejahatan manusia itu.

                Jika kita tidak melihat sumber hidup adalah pemberi hidup, maka berkat hidup yang kita terima itu dapat menjadi petaka bagi kita. Bila kita tidak taat pada hukum Tuhan sebagai sumber hidup, maka Tuhan memberi hukuman bagi kita, dan jika kita merasa berkat Tuhan sebagai hasil usaha kita sendiri, dan kita melupakan sumber berkat itu, maka berkat yang kita anggap dari usaha kita itu dapat menghancurkan hidup kita. Sebab itu, karena Tuhan adalah sumber hidup itu; beryu-kurlah atas hidup yang diberikan Tuhan, jangan pernah menganggap remeh dan melanggar perintahNya, karena Dia punya banyak cara membuat kita dihanguskan oleh apa yang kita miliki. Tuhan sangat sabar menanti kita bertobat dan berubah menjadi pengikutNya. Dia tidak menginginkan kehancuran ciptaanNya, sebab itu Dia mengutus orang pilihan yaitu Nuh untuk masuk ke dalam perahu bersama 8 orang keluarganya, binatang liar dan ternak berpasang-pasangan, mewakili ciptaanNya ikut masuk ke dalam perahu. Ketaatan Nuh kepada perintah Tuhan membuahkan kehidupan bagi ciptaanNya.

                Allah itu maha pengasih, Dia tidak lalai menepati janjiNya, Ia sabar menantikan mereka yang mau meninggalkan kejahatanNya dan masuk pada anugerah yang disediakan Tuhan bagi mereka, karena Ia ingin agar jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat masuk ke tempat yang sudah Tuhan sediakan bagi orang percaya yang taat kepadaNya (2 Petrus 3:3-10).

Doa:       Tuhan, terima kasih atas kasih setiaMu telah mengampuni dan mengasihi kami orang berdosa. Amin. (DEL)

 

KASIH SETIA TUHAN

Ev.   2 Petrus 3:1-13 

      Surat Petrus yang ke dua ini mengingatkan kita agar waspada terhadap pengkhotbah-pengkhotbah palsu yang datang untuk  mempengaruhi agar ikut menyangkal bahwa Kristus akan datang kedua kalinya untuk membinasakan orang fasik dan dunia ini.

                Dosa telah merajalela mencemarkan langit dan bumi, sebab itu  Allah bertekad untuk membinasakan bumi dengan api (Ayat 7,10,12), sama seperti air bah di zaman Nabi Nuh. Campur tangan Allah untuk membersihkan bumi dengan api menunjukkan bahwa Dia tidak akan selamanya membiarkan orang berdosa tidak terhukum. Petrus mengingatkan untuk tidak terpengaruh pada khotbah-khotbah yang menyebarkan kebohongan dengan mengatakan bahwa: “Kristus berbohong, Ia tidak akan datang.” Ingatlah! Allah masih memberi waktu kepada setiap orang untuk bertobat, karena Dia tidak ingin seorang pun binasa. Tetapi, ini bukan berarti bahwa semua orang akan selamat, karena jikalau seorang menolak kasih karunia Allah dan keselamatan, maka dia tetap binasa, tidak beroleh keselamatan itu.

                Hari Tuhan menunjuk kepada peristiwa yang berawal dengan kedatangan Kristus untuk mengangkat jemaat yang setia agar berjumpa denganNya di angkasa dan mencapai puncaknya dengan kebinasaan langit dan bumi dan penciptaan langit baru dan bumi baru (Why. 21:1-22). Kedatangan Hari Tuhan tidak diketahui, akan terjadi dengan tiba-tiba dan tak terduga. Marilah bertobat; jangan lagi terikat dengan nafsu kedagingan, dan hal-hal yang dibenci oleh Allah. Tujuan hidup kita harus dipusatkan pada Allah, dan harapan untuk ikut masuk ke langit baru dan bumi baru (2 Ptr. 3:13). Gereja harus mendorong dan membantu jemaat untuk ikut dalam penginjilan dan pekerjaan misioner di seluruh dunia (Ayat 9); dan sungguh-sungguh merindukan kedatangan Tuhan dengan berdoa (Why. 22:20).

 Doa:       Tuhan, ampuni dosa kami dan ingatkan kami untuk selalu merindukan kedatanganMu. Amin. (DEL)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.