Minggu, 10 Juni 2018

Minggu Kedua Setelah Trinitatis

KITA DIBENARKAN HANYA OLEH IMAN

Ep.   Roma 3: 21-26

           Dalam Ayat 23 dinyatakan semua manusia telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Ini berarti, tidak ada seorangpun yang tidak berdosa, karena tidak ada seorangpun manusia itu yang sempurna. Bukankah dalam penciptaan hubungan antara manusia dengan Allah  itu amat baik? Benar. Tetapi karena dosa maka hubungan antara manusia itu dengan Allah menjadi terputus.

Hubungan yang putus itu direstorasi, dipulihkan kembali oleh Yesus Kristus dengan kematianNya di kayu salib. Bagi orang Yahudi, mereka dapat melakukan sendiri hubungan yang baik dengan Allah. Bagaimana caranya? Menaati dan melakukan semua peraturan-peraturan Hukum Taurat. Yang menjadi pertanyaan: Apakah ada orang yang mampu melakukan Hukum Taurat  itu? Tidak ada, karena tidak ada seorangpun manusia yang sempurna. Kalau demikian, dengan apakah manusia itu dibenarkan? Paulus menyatakan, sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan (dibenarkan) hanya oleh iman. Itu adalah pemberian Allah yang gratis (cuma-cuma). Itu bukan hasil usahamu atau pekerjaanmu (Ef. 2:8-9).

                Kita adalah orang beriman kepada Yesus Kristus. Kita harus percaya bahwa  kita dibenarkan hanya oleh iman, bukan karena usaha dan pekerjaan kita. Hati-hati dengan berbagai ajaran sesat akhir-akhir ini yang tidak mengamini bahwa manusia dibenarkan hanya oleh iman, Kalau demikian untuk apa Hukum Taurat? Hukum Taurat adalah pedoman hidup kita, cermin untuk mengenal dosa-dosa kita dan agar kita sadar akan dosa-dosa kita. Dengan menyadari kita sebagai orang berdosa, kita mohon pengampunan dan berusaha berbuat baik. Kita berbuat baik karena Yesus telah lebih dulu berbuat baik kepada kita. Ingatlah, kita dibenarkan hanya oleh iman kepada Yesus Kristus

Doa:       Terima kasih Tuhan, karena kami semakin memahami bahwa kami dibenarkan hanya oleh iman kepada Yesus Kristus Juruselamat umat manusia. Amin (WM)

            

ALLAH ITU ALLAH PENOLONG DAN PENEBUS

Ev.   Yesaya 41:14-20

          Yesaya 41 masuk dalam Deutro Yesaya, menggambarkan kondisi bangsa Israel ketika mereka terbuang ke Babel. Di sana, mereka menderita, tertindas dan teraniaya. Kenapa mereka terbuang? Bukankah mereka umat pilihan Allah? Apakah Allah tidak mengasihi mereka? Mereka tetap umat pilihan Allah, yang dikasihi Allah. Pembuangan adalah hukuman bagi mereka karena dosa-dosa mereka. Di balik hukuman itu ada pengharapan, ada pemulihan, ada keselamatan bila mereka mengakui dan menyesali dosa-dosa mereka, kemudian memohon pengampunan dan bertobat.

Dalam nats ini sangat jelas bahwa umat Allah hanyalah cacing dan ulat, artinya umat yang lemah dan tidak berdaya tanpa Allah Penolong dan Penebus (Yes. 41:13). Allah berjanji akan memberikan keajaiban bagi umatNya. Apakah itu? Kekuatan (Ayat 15-16), kesejah-teraan berupa air dan makanan yang berlimpah (Ayat 17-18), lingkungan hidup yang baik dan menyegarkan mata memandang berupa pohon-pohon tempat berteduh dari panas matahari dan angin kencang (Ayat 19). Semua ini akan dilihat, diketahui, diperhatikan, dan dipahami bangsa lain bahwa Allah Israel yang Mahakudus, Penolong dan Penebus yang merencanakan dan melaksanakannya (Ayat 20).

                Kita  sebagai orang Kristen adalah minoritas di negeri ini. Kita sering dianggap cacing dan ulat di negeri ini. Artinya, kita dianggap lemah tanpa kekuatan. Tetapi ingat, Allah dalam Yesus Kristus bukanlah Allah yang tidur, tetapi Allah yang hidup. Melalui pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, kita telah ditebus. Biarpun kita minoritas, bila kita percaya kepada Allah dan mengakui Yesus satu-satunya Juruselamat, dan melakukan kehendakNya dalam kehidupan kita;  maka Allah yang berkuasa itu akan menolong kita.

Doa.       Ya Tuhan! Kami percaya Engkaulah Allah Mahakudus, Penolong dan Penebus kami. Berikanlah kekuatan, kese-jahteraan, dan lingkungan baik kepada kami. Amin. (WM)

About the author: bksmarturia

2 comments to “Minggu, 10 Juni 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.