Minggu, 3 Juni 2018

Minggu Pertama Setelah Trinitatis

JANGAN ABAIKAN PERINGATAN TUHAN

Ep.   Keluaran 7:14-25

             Pasukan polisi mengepung bandar narkoba dan mengingatkan mereka agar menyerah, tetapi bandar itu melawan dengan melepaskan tembakan. Hasilnya, pasukan polisi mengeluarkan tembakan dan menewaskan beberapa orang dari mereka.

Firaun telah diperingatkan Allah melalui beberapa tanda yang dilakukan Musa. Tetapi Firaun berkeras hati. Lalu Tuhan mendatangkan tulah. Nats ini adalah tulah pertama, air menjadi darah. Mengerikan!. Dengan tulah-tulah ini, Tuhan mau menyadarkan Firaun, kita dan seluruh dunia sepanjang abad, bahwa Jahwe adalah Tuhan sejati, yang mahakuasa. Setiap orang yang melawan Dia akan dimurkaiNya. Karena setelah Tuhan melakukan tulah hingga ke sembilan, Firaun tidak mau bertobat untuk mau membebaskan Israel yang diperbu-daknya, Tuhan menjatuhkan tulah kesepuluh. Semua anak sulung laki-laki, yang menjadi kebanggaan dan puncak harapan setiap orang Mesir – dibunuh oleh Allah. Barulah Firaun sadar, bahwa Allah Jahwe lebih kuat dari dia, dan Jahwe adalah Allah sejati.

Banyak cara Tuhan memperingatkan kita agar kita tetap setia dan berjalan mengikuti jalan Tuhan. Bisa melalui kotbah, pembacaan Firman Tuhan, masalah, penderitaan, pergumulan, dan lain-lain. Jangan anggap enteng akan peringatan tersebut. Pekalah terhadap teguran Tuhan. Terutama orang yang diberi tugas sebagai pemimpin. Dan segeralah memperbaiki jalan dan cara hidup. Agar hukuman Tuhan tidak sempat jatuh. Dan bila itu terjadi, bukan hanya kita yang akan menderita, tetapi juga keluarga atau orang di sekitar kita. Ingatlah, Jahwe adalah Tuhan sejati, yang jauh lebih besar dari kita. Melawan Tuhan akan mendatangkan kengerian. Tetapi menaatiNya, akan mengubah air kita menjadi anggur enak (Yoh. 2).

Doa:       Engkaulah Allah sejati. Aku mau taat melakukan peringa-tanMu agar murkaMu jangan menghanguskan aku. Tetapi agar berkatMu melimpahi aku. Amin. (STPS)

 

 

JANGAN ABAIKAN PERINGATAN TUHAN

Ev.   Wahyu 16:1-7

          Ketika Gunung Merapi meletus tahun 2010 lalu, banyak korban berjatuhan. Mengapa? Karena mereka abai terhadap himbauan petugas agar segera meninggalkan zona berbahaya. Seperti petugas tadi, Kitab Wahyu, melalui penglihatan kepada Yohanes, Tuhan mengingatkan seluruh manusia sepanjang abad, agar jangan melawan Allah. Karena pasti, murka Allah akan jatuh atas mereka. Murka itulah yang disimbolkan oleh cawan dalam nats ini. Cawan adalah simbol hukuman mati, karena berisi racun. Itulah nasib mereka yang tidak mau menerima keselamatan yang telah disediakan Tuhan Yesus melalui penderitaan dan kebangkitanNya. Padahal Yesus memberikannya secara gratis. Cukup dengan percaya saja kepada Tuhan Yesus dan mengandalkan Yesus dalam hidupnya.

                Orang yang menolak tidak akan selamat. Bukan Tuhan Yesus yang tidak mau dan tidak mampu menyelamatkan mereka, tetapi mereka sendirilah yang telah menempatkan dirinya dalam posisi untuk tidak diselamatkan, dalam possisi untuk dimurkai. Karena itu, selagi masa anugerah, mari, terimalah Yesus menjadi Juruselamatmu.

Nats ini juga meyakinkan setiap kita yang sudah menerima Tuhan, bahwa kelak, kita akan menerima upah. Memang, nats ini memaparkan bahwa orang percaya akan menghadapi banyak pende-ritaan karena imannya. Tetapi ingatlah, penderitaan adalah ujian bagi iman kita, apakah kita akan tetap setia. Mengikut Yesus harus dibuk-tikan dengan kesetiaan hingga mati. Dan untuk mengikut Yesus, kita harus mau menyangkal diri dan memikul salib, cost everything (mengorbankan segala-galanya), termasuk nyawa. Itulah perjalanan kehidupan kita dalam pembentukan Tuhan yang indah. Yang setia sampai akhir akan menerima mahkota kehidupan (Wahyu 2:10).

Doa:       Ingatkan aku ya Tuhan, agar aku mau tetap menjadikan Tuhan Yesus sebagai Juruselamatku dan setia mengi-kutiMu sepanjang hidupku. Amin. (STPS)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 3 Juni 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.