Minggu, 27 Mei 2018

Minggu Trinitatis

DILAHIRKAN KEMBALI

Ep. Yohanes 3:1-8

         Siapakah Yesus bagi Anda? Tidak sedikit manusia di bumi ini yang mengakui Yesus sebagai Rabi (Guru) yang mengajarkan kebaikan. Mereka mengutip dan memakai nilai-nilai yang diajarkan oleh Yesus. Tetapi mereka tidak percaya Yesus sebagai Penyelamat yang menjamin manusia beroleh hidup yang kekal.

Sebagai contoh, Nikodemus mengakui Yesus hanya sebagai Rabi (Guru) yang mampu mengajarkan Hukum Taurat dan mampu melakukan berbagai mujizat, sebab, menurut Nikodemus, Allah menyertai Yesus. Sebagai pemimpin agama Yahudi dari mazhab Farisi, tentunya Nikodemus mempelajari, memahami, dan mampu menga-jarkan Hukum Taurat di samping memimpin berbagai acara keagamaan Yahudi. Tidak sedikit orang Yahudi yang dipimpinnya secara struktural atau dilayaninya secara rohani. Namun, menurut Yesus, Nikodemus merupakan seorang yang tekun dalam agama yang dianut tapi tidak berakhir di dalam Kerajaan Allah. Kata Yesus kepadanya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Ayat 3).

Supaya dapat melihat Kerajaan Allah, maka setiap orang yang dilahirkan secara natural dari oleh ibunya,  harus dilahirkan kembali menjadi anak Allah. Dilahirkan kembali menjadi anak Allah terjadi ketika seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Yoh. 1:12-13). Seseorang yang sudah lama beragama Kristen, belum tentu berada di dalam Kerajaan Allah, bila ia belum menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Roma 10:9)

Doa:       Ya Tuhan, aku menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Karena itu, aku ini adalah anakMu, yang kelak ikut bersama Engkau di sorga. Amin. (PSW)

 

DIBAHARUI KEMBALI

Ev.   Yehezkiel 36: 25-28

         Pada masa kini, kita dapat belajar dari pengalaman hidup umat Israel di masa lampau, supaya kita mengetahui bagaimana kita menjalani hidup di dunia ini sebagai orang-orang yang telah ditebus oleh Tuhan melalui Yesus Kristus. Rasul Paulus menyatakan: “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci” (Roma 15:4).

Pengalaman bangsa Israel di pembuangan Babelonia merupakan kegagalan mereka menjalani hidup yang dikehendaki oleh Tuhan. Hati mereka jauh dari Tuhan sehingga tidak taat melakukan ketetapan Tuhan. Sebaliknya mereka gemar melakukan kenajisan dan penyembahan berhala. Pilihan yang demikian menuai penderitaan berat yang mereka terima di pembuangan di Babel. Melalui Nabi Yehezkiel, Tuhan melawat mereka untuk membaharui dan memulihkan hidup mereka. Hidup yang dibaharui dimulai oleh Tuhan dengan mentahirkan hidup mereka. Air jernih yang dicurahkan melambangkan pembersihan hidup mereka dari segala kenajisan dan berhala. Pengudusan itu dilanjutkan dengan diberikanNya hati yang baru kepada mereka dan di dalam hati yang baru itu Roh Tuhan berdiam sehingga mereka mampu hidup taat melakukan ketetapan Tuhan.

Demikianlah Tuhan membaharui manusia yang berdosa itu, sehingga pulihlah hubungan Tuhan dengan umatNya. Di zaman Perjanjian Baru ini, Tuhan telah melawat manusia berdosa melalui Yesus Kristus yang hadir sebagai Air Hidup untuk pembersihan hidup kita. Hanya dengan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka Roh Kudus berdiam di dalam hati kita, sehingga kita mampu menjalani hidup menurut ketetapan Tuhan, Allah kita.  

 Doa:       Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau melawat hidupku melalui Yesus Kristus untuk membaharui hidupku. Oleh Roh KudusMu aku hidup taat kepadaMu. Amin.  (PSW)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 27 Mei 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.