Minggu, 20 Mei 2018

Minggu Pentakosta Pertama

TUHAN MAHA TAHU

Ep.    Yesaya 40:12-14

           Berabad-abad lamanya manusia mencoba mengenal Allah dengan beragam cara. Salah satu cara yang dipakai manusia ialah mencoba mencari Allah dengan menyembah alam ciptaanNya dengan harapan, bahwa dengan cara itu ia dapat mengenal Allah. Tentu dengan cara-cara itu pasti tidak berhasil, sebab Allah dapat dikenal  hanya melalui dan di dalam Yesus Kristus.

Nats ini menekankan bahwa hikmat, kebesaran, keagungan, dan kuasa kreatif Allah tidak dapat diukur. Allah menegaskan bahwa hikmat Allah tidak bisa dibandingkan dengan hikmat manusia karena manusia adalah bagian dari ciptaanNya itu. Kebesaran Allah tidak bisa dibandingkan dengan luasnya bumi dan isinya ataupun dengan keperkasaan bangsa-bangsa (Ayat 12-14). Yesaya menggambarkan kedahsyatan dan kehebatan Allah di atas segala ilah-ilah, itu bukan karena fanatik yang buta dari nabi Yesaya. Tetapi ingin mengingatkan Yehuda yang telah menjadi sesat dan membuat patung bagi mereka. Yesaya mengingatkan patung-patung allah mereka itu sia-sia.

Kedahsyatan Allah dan kehebatanNya sudah terbukti dalam sejarah. Peristiwa demi peristiwa jatuh bangunnya Israel kini ditawarkan kembali kepada mereka: “Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah?” (Ayat 18). Pertanyaan ini merupakan suatu pernyataan, jika kembali kepada Dia, dan menyerahkan pengharapan pada kedah-syatan kuasa-Nya, tak ada lagi keraguan bahwa manusia pasti selamat. Manusia tidak bisa mengajari Allah. Sebaliknya, manusia bergantung sepenuhnya kepada Wahyu Allah untuk mengerti diriNya. Allah yang berdaulat, Mahatahu, dan Kekal. Allah yang peduli serta akan meneguhkan dan memberi kita kekuatan yang luar biasa, bahkan seperti burung rajawali yang terbang dengan perkasa.

Doa:       Tuhan, sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanMu, dan sungguh tak terselami jalan-jalanMu. KepadaMu-lah kami berserah. Amin. (TS)

 

KARUNIA ROH KUDUS DICURAHKAN

Ev. Kisah Para Rasul 10:44-48

         Di Kaisarea, turunlah Roh Kudus atas Kornelius dan keluarganya sebelum mereka dibaptiskan. Peristiwa ini bukan tepat pada hari Pentakosta, melainkan perluasan Pentakosta untuk mencakup orang-orang bukan Yahudi. Bagi orang Yahudi, bergaul dengan orang non-Yahudi merupakan pantangan. Namun, semua ini bukan karena Petrus tetapi karena Allah. Allahlah yang menghancurkan dua tradisi manusia yang saling bertolak belakang: Kornelius “si kafir” menyembah Petrus, dan keputusan Petrus si “Yahudi” datang ke rumah Kornelius.  Kuasa Roh Kudus menghilangkan penghalang hubungan Allah dengan manusia serta menghilangkan penghalang hubungan antar manusia. Roh Kudus sudah melakukan pekerjaanNya sejak awal. Roh Kuduslah yang mula-mula memimpin Kornelius untuk mencari Petrus. Dan Roh Kudus pulalah yang menggerakkan Petrus untuk datang melayani Kornelius. Selanjutnya, setelah Petrus dan Kornelius bertemu, Roh Kudus memeteraikan berita tentang Yesus Kristus yang disampaikan kepada Kornelius. Sungguh luar biasa peranan Roh Kudus di dalam karya keselamatan oleh Yesus Kristus. Tak ada manusia yang dapat datang dan percaya kepada Yesus, jika bukan karena dipimpin oleh Roh Kudus. Tidak seorang pun yang dapat pergi melayani pemberitaan Injil, jika tidak dipimpin oleh Roh Kudus.

Perikop hari ini mengajarkan dua hal. Pertama, peraturan gereja mengenai baptisan air tidak boleh menjadi penghalang untuk orang yang sungguh-sungguh percaya menyatakan imannya dengan memberi diri dibaptis. Kedua, berbagai tanda lahiriah yang dipakai oleh dunia untuk membeda-bedakan orang berdasarkan status sosial, ras, bangsa dan bahasa, tidak boleh diberlakukan di gereja, apalagi dipakai untuk membatasi orang untuk dibaptis di Gereja.

 Doa:       Terima kasih Tuhan atas curahan Roh KudusMu atas kami anak-anakMu. Biarlah Roh Kudus yang terus memimpin kami untuk memberitakan Injil. Amin. (TS)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 20 Mei 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.