TAK BERHENTI MEMBERITAKAN INJIL

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kisah Para Rasul 20:24)

Yoh. 3:12-16                               BE. 568b:2                            Yes. 2:2-3

           Rudy Hartono adalah juara bulu tangkis All England 8 kali puluhan tahun yang lalu. Untuk dapat mencapai prestasi seperti itu, Rudy Hartono harus sangat rajin latihan dan latihan lebih serius sehingga mampu mencapai garis akhir yaitu menjadi juara 8 kali berturut-turut. Hal itu bukan saja membahagiakan dia dan keluarganya, akan tetapi juga menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Paulus sangat serius memberitakan Injil keselamatan atau kabar baik sampai akhir hayatnya. Dalam pelayanan itu Paulus menghadapi sangat banyak tantangan dan pencobaan, sering harus mencucurkan air mata, bahkan ancaman pembunuhan dari orang-orang Jahudi sendiri. Namun Paulus tidak pernah lalai memberitakan dan mengajarkan berita keselamatan itu kepada Jahudi dan bangsa-bangsa lain, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Yesus Kristus. Paulus siap dipenjarakan dan mempertaruhkan nyawanya untuk mencapai garis akhir, yaitu melaksanakan tugas yang diberikan Tuhan Yesus kepadanya: Memberitakan Injil kasih karunia Allah.

Demikian juga kita sekarang ini, para hamba Tuhan, para Evangelis dan orang-orang percaya yang telah menerima kasih karunia keselamatan melalui pengorbanan Tuhan Yesus, melalui profesi, talenta dan pekerjaan kita sehari-hari, patut memberikan komitmen untuk memberitakan Firman Tuhan. Walau banyak tantangan, termasuk dari dalam Gereja kita sendiri, kita tidak boleh mundur, bahkan harus lebih bersemangat mengobarkan pemberitaan Firman Tuhan. 

Doa  :     Tuhan Yesus, berikan kami semangat yang terus berkobar
untuk memberitakan InjilMu sampai kami mencapai garis
akhir yang berkemenangan. Amin. (GT)