Minggu, 13 Mei 2018

Minggu Exaudi

PERCAYALAH KEPADA YESUS

Ep.   Matius 9:27-31

 

Pada saat itu banyak orang buta di Palestina, dan Yesus sering bertemu dengan mereka. Ada di antara mereka yang ingin sembuh, dan banyak juga yang sudah pasrah. Mereka pada umumya menjadi malas, lebih suka mengemis, meminta belas kasihan orang lain. Dua orang yang buta dalam nats ini ingin sembuh. Mereka tidak melihat Yesus, tetapi mereka sudah mendengar berita pelayanan Yesus Sang pembuat mujizat. Mereka mendengar begitu banyak yang telah disembuhkan Yesus. Itu sebabnya, suatu ketika, mereka mengikuti Yesus. Mereka mengikuti dengan satu pengharapan, yaitu Yesus akan menyembuhkan penyakitnya. Mereka berseru-seru; Kasihanilah kami, hai Anak Daud (Mrk. 10:47-48).

Menyebut Anak Daud berarti mereka percaya Yesus adalah Mesias. Apakah Yesus langsung mengabulkannya? Tidak. Yesus ingin menguji, apakah mereka sungguh-sungguh ingin sembuh. Yesus menguji kadar kepercayaan mereka kepada Yesus. Akhirnya di suatu rumah, Yesus berkata; Percayakah kamu Aku dapat melakukannya? Mereka menjawab; Ya Tuhan kami percaya. Yesus kemudian menjamah mata mereka dan berkata; Jadilah kepadamu menurut imanmu. Mujizat terjadi. Mereka sembuh.

Penyakit buta masih ada sampai sekarang; demikian juga berbagai penyakit lainnya. Semua tentu ingin sembuh. Apakah mujizat Yesus masih berlaku sampai sekarang? Masih. Untuk memperoleh kesembuhan, kita harus beriman kepada Yesus, percaya kepada Yesus Sang pembuat mujizat. Berdoalah, mintalah kesembuhan dari Yesus. Yesus dapat menyembuhkannya.  Ada satu penyakit buta lagi, yaitu buta rohani. Buta terhadap ketidakadilan, kemiskinan, dan penderitaan orang lain. Berdoalah untuk kesembuhan kebutaan rohani kita.

Doa:       Terima kasih Tuhan, karena Engkau telah menyembuhkan berbagai penyakit yang kami derita. Sembuhkan juga bila kami menderita penyakit buta rohani.  Amin. (WM)

 

 

BERDOALAH MEMOHON KESEMBUHAN

Ev.    2 Rajaraja 20:1-7

          Suatu ketika di usia 39 tahun, Raja Hizkia menderita sakit berat. Allah melalui Nabi Yesaya menyampaikan berita buruk kepada Hizkia bahwa penyakitnya tidak akan sembuh. Dia akan mati. Berita demikian biasanya membuat seseorang sedih dan susah. Apalagi bila dia masih muda, masih dalam usia produktif. Bagaimana dengan Hizkia? Dia pun manusia biasa. Dia terkejut dan kurang dapat menerima berita tersebut. Tetapi Hizkia tidak larut dalam kesedihannya dan kesusahannya. Dia mengingat Allah yang dapat menyembuhkan segala penyakit (Mzm. 103:3). Dia berdoa.

Yang menarik adalah Hizkia mengingatkan Allah akan hubungan baiknya dengan Allah. Dia hidup setia kepada Allah. Dia melakukan perintah-perintah Allah. Dia melakukan yang benar di mata Allah (2 Raj. 18:3). Dia pun menangis. Allah ternyata mengasihinya dan berkenan mengabulkan doanya. Allah melalui Yesaya menyatakan kepada Hizkia bahwa dia akan sembuh. Akhirnya, dia sembuh bahkan  hidupnya diperpanjang selama 15 tahun lagi. Luar biasa.

Nats ini menyatakan bahwa siapapun bisa menderita sakit, termasuk orang beriman. Bukankah Paulus (2 Kor. 12:7), Timotius (1 Tim. 5:23), dan Trofimus (2 Tim. 4:20) pernah juga sakit? Karena itu, kita pun bisa menderita sakit, bahkan sakit terminal yaitu penyakit yang segera berakhir pada kematian. Karena itu berdoalah kepada Allah melalui Yesus Kristus untuk memohon kesembuhan. Tetapi jangan lupa berusaha juga berobat ke dokter karena kesembuhan pun dapat diberikan Allah melalui pelayanan dokter. Tetapi ingat, kehendak Allahlah yang jadi dan bukan kehendak kita. Mungkin kita sudah mati beberapa hari, bulan, tahun yang lalu, tetapi kini kita masih hidup. Ini berarti Allah masih memperpanjang umur kita. Kenapa? Agar kita bertobat, berdoa, dan memelihara hububngan yang baik kepada Allah.

Doa:       Ya Allah! Berikanlah kesembuhan kepada kami dan umur yang panjang kepada kami. Amin. (WM)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.