BERTEKUN DALAM PENGAJARAN

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa (Kisah Para Rasul 2:43)

Flp. 4:18-20                                 BE. 244:4                             Ul. 9:25-29

              Gereja mula-mula sebagaimana digambarkan dalam nats ini sangat bertekun dalam pengajaran dan dalam persekutuan. Mereka berkumpul untuk memecahkan roti, makan bersama dan berdoa. Mereka bersatu dalam iman, bersatu dalam persekutuan. Segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama (Ayat 44). Dengan bertekun dan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam bait Tuhan; memecahkan roti secara bergilir di rumah masing-masing dan makan bersama-sama (Ayat 46). Mereka rajin membaca buku dan belajar Alkitab seperti di Berea (Kis. 17:11).

Nats ini menekankan pentingnya pengajaran, bukan hanya untuk mendewasakan iman, akan tetapi juga untuk meneguhkan dan menguatkan persekutuan. Pengalaman Gereja-Gereja di Eropa dalam 20-30 tahun terkhir ini lebih menekankan ibadah minggu, dan kurang memperhatikan pengajaran dalam arti pendalaman Alkitab. Ditambah dengan gejala sikap individualis, akibatnya sekarang ini banyak Gereja yang kosong, ditutup, bahkan dijual dan derenovasi menjadi mesjid.

Perkembangan Gereja-Gereja di Indonesia, termasuk HKBP, hampir sama dengan Gereja-Gereja di Eropa tersebut. Lebih mene-kankan ibadah minggu dan kurang dalam hal pengajaran dan penda-laman Alkitab. Akibatnya jemaat tidak memiliki iman yang teguh, mudah jenuh pada pelayanan yang biasa-biasa saja atau jalan di tempat (mediocre), dan sudah mulai banyak yang berpindah ke Gereja lain, atau bahkan beralih iman pada agama lain. Oleh sebab itu seperti Gereja mula-mula, marilah mengintensifkan pengajaran ini.

 Doa:       Bapa surgawi kami berdoa agar kami menekuni pengajaan mendalami Firmanmu, sehingga iman kami semakin didewasakan dan setia kepadaMu. Amin. (AHSim)