KUAT DAN BERTUMBUH DALAM PENINDASAN

Dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus (1 Tesalonika 1:6a)

 Efs. 5:15-19                               BE. 190:1+3                               Zef. 3:9-15

            Tesalonika adalah sebuah kota besar dan Ibu Kota dari salah satu Propinsi Romawi. Di tempat ini bermukim banyak orang Yahudi. Pada Kisah Rasul 17: 5 disebutkan bahwa orang-orang Yahudi dengan dibantu oleh beberapa penjahat dan petualang-petualang pasar menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat. Orang-orang Yahudi ini marah karena pemberitaan Paulus tentang Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati dan Yesus itu adalah Mesias yang ditunggu-tunggu oleh semua orang Yahudi.  Bayak orang di Tesalonika yang percaya kepada Paulus dan diantaranya ada juga orang Yahudi.

Tekanan dan penderitaan yang terjadi pada jemaat di Tesa-lonika telah didengar oleh jemaat yang tinggal di wilayah Makedonia dan Akhaya (1 Tesalonika 1: 7). Hujatan dan kebencian yang menerpa mereka tidak membuat mereka lemah dan takut. Mereka tegar dan kuat menghadapi tantangan yang menghadang. Ketabahan jemaat Tesa-lonika tersebut menjadi teladan bagai jemaat lain yang ada di sekitar mereka. Hal itu menjadi contoh bagi kita untuk kuat dan tabah menghadapi  hambatan dan tekanan dalam kehidupan Gereja saat ini.

                Hambatan dan tekanan pemberitaan Injil terjadi di berbagai tempat di berbagai penjuru dunia. Dalam tekanan tersebut, Rasul Jakobus berkata: “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dalam ketekukan itu kita akan berolah kekuatan dan kemenangan oleh kuasa Roh Kudus.

Doa : Bapa, dalam tekanan yang menghadang GerejaMu, sertai dan kuatkan kami oleh kuasa RohMu. Amin. (TSH)