Minggu, 22 April 2018

Minggu Jubilate

SERAHKAN HIDUPMU KEPADA YESUS

Ep.   Yeremia 31:7-14

          Kisah perjalanan hidup Israel yang meninggalkan Allah menja-dikan mereka hidup di dalam kelemahan, kekalahan, sehingga mengalami penderitaan berat. Namun Allah tetap mengasihi mereka dengan memulihkannya. Tetapi kita yang hidup dalam era ini janganlah  menunggu dan mengharapkan pemulihan Allah, karena kita telah dipulihkanNya dengan kasihNya yang besar melalui Yesus Kristus.  Hidup kita telah diperbaharui olehNya di dalam Kristus. Paulus menekankan bagaimana orang yang percaya telah dipilih oleh Kristus serta menjadikannya di dalam kekudusan dengan memberikan berkat rohani dari surga (Efesus 1:3), Dan Kristus telah memilih umatNya untuk mendapatkan bagian yang dijanjikan (Ef 1:11).

Oleh karena itu, saat  kita menatap ke masa depan, kita patut bersyukur sebagai anak Allah yang telah dipilihNya. Dan pastikan dalam menjalani kehidupan ini kita hanya mengandalkan Tuhan Yesus. Jangan  pernah mengandalkan diri sendiri, orang lain atau apapun di sekitar kita. Semua itu mempunyai keterbatasan, tapi Allah tidak mempunyai keterbatasan. Hanya Allah yang mampu menjaga dan menggembalakan kita menuju kemuliaanNya.

Sebagai orang percaya kita tidak menghendaki kegagalan dalam kehidupan ini. Jika Israel pernah gagal dan kalah serta menderita karena mengandalkan diri sendiri maka kita adalah umat Allah yang baru  yang tidak akan  mengandalkan diri sendiri.  Sebab hanya Allah di dalam Yesus Kristus lah yang mampu menjaga dan menggembalakan kita. Akan banyak tantangan yang akan kita alami di dalam perjalanan hidup ini, tapi yakinkan bahwa semuanya itu dapat kita hadapi dengan mengandalkan kuasa Tuhan Yesus Kristus, gembala Agung yang akan membawa kita kepada kemenangan, keselamatan dan hidup  kekal.

Doa:       Bapa sorgawi, kuatkan kami dalam menjalani hidup ini, dengan berserah dan hanya mengandalkan kuasa Tuhan Yesus, Gembala kami yang Agung. Amin. (LasN)

 

TETAP KUAT DALAM TANTANGAN

Ev.    1 Tessalonik 2: 13-20

            Setiap pelayan Tuhan dan umat Kristen akan senang dan bersyukur, bila Injil yang diberitakan dan disaksikan mendapat respon dari orang-orang sehingga mereka percaya dan bertumbuh. Demikian juga rasul Paulus sangat bersyukur, karena Injil yang diberitakannya mendapat sambutan ketika ia pertama kali datang ke Tesalonika (Ayat 13). Mereka telah menyambut firmanTuhan dengan sukacita dan hidup mereka berubah. Mereka mau membiarkan firman Tuhan itu bekerja dalam diri jemaat. Hal ini membuat mereka siap dan mampu bertahan menerima penganiayaan dari kaum sebangsanya demi Kristus (Ayat 14). Orang orang Yahudi itu bukan hanya telah membunuh para nabi dan menyalibkan Kristus, tetapi juga menganiaya dan berusaha menghalang halangi Paulus dan rekannya untuk membe-ritakan Injil kepada bangsa bangsa non Yahudi (Ayat 15a dan 16a).

Mereka terus berbuat dosa, sehingga murka Allah menimpa mereka dan keselamatan sementara beralih kepada bangsa bangsa lain. Berbeda dengan orang orang Yahudi, Paulus sebagai orang Yahudi sangat peduli dan merindukan keselamatan mereka. Paulus bukan hanya telah memberitakan Injil kepada mereka, tetapi juga rindu mengunjungi mereka, supaya mereka menerima keselamatan itu.

Saat ini banyak orang Kristen mengalami hambatan dan tantangan dalam mengikut Kristus dan memberitakan Injil kepada orang lain yang belum percaya. Namun kita tidak boleh putus asa; harus tetap setia, meskipun seperti Paulus harus menderita, karena Kristus dan para rasul serta serta umat Kristen lainnya juga telah mengalaminya. Percaya dan imanilah Tuhan tetap menyertai kita dan kita senantiasa dapat bersukacita, karena mahkota kemuliaan sedang menanti bagi kita orang percaya yang setia mengikut Dia.

Doa:       Bapa sorgawi, berikan kami kekuatan untuk tetap kuat mengadapi tantangan dalam memberitakan firmanMu dan hidup dalam firmanMu. Amin. (LasN)         

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 22 April 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.