Minggu Misericordias Domini

KITA DISELAMATKAN OLEH IMAN

Ep. Efesus 2:4-10

          Semua orang telah berbuat dosa (Rm. 3:23) dan upah dosa itu adalah maut ”kematian” (Rm. 6:23). Apakah dosa itu? Banyak definisinya dalam Alkitab. Dua di antaranya adalah pelanggaran hukum Allah (1 Yoh. 3:4), dan tahu bagaimana berbuat baik tetapi dia tidak melakukannya (Yak. 4:17). Kematian itu bisa dalam bentuk kematian fisik (terpisahnya nyawa dari raga), kematian kekal (di neraka), dan kematian rohani. Dengan demikian, kalau seseorang berbuat dosa maka dia telah mati dalam dosa (secara rohani), namun Allah dalam kasih dan karuniaNya membuat orang itu hidup kembali dalam Yesus Kristus.

Dalam Yesus Kristus ada pengharapan, pengampunan, pemulihan dan keselamatan. Apakah semua orang akan memperoleh keselamatan karena Allkah itu Allah Mahakasih? Tentu tidak. Kese-lamatan itu memang diberikan kepada semua orang (universalis), tetapi yang selamat hanya yang percaya (beriman) kepada Yesus Kristus (eksklusif). Beriman tentu harus dibuktikan dengan perbuatan atau tindakan iman, karena iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak. 2:26).

Di sinilah timbul pemahaman sebagian orang beriman. Mereka memahami, mereka dapat memperoleh keselamatan karena pahala, amal, perbuatan baik, atau dengan usaha sendiri. Dalam hal ini, Paulus secara tegas menyatakan kepada orang percaya termasuk kita bahwa keselamatan itu tidak dapat diperoleh karena usaha sendiri, atau karena pekerjaan perbuatan baik kita. Keselamatan adalah anugerah pemberian Allah semata yang gratis. Kita hanya diselamatkan oleh iman. Kalau demikian, untuk apa kita melakukan perbuatan baik? .Kita melakukan perbuatan baik sebagai respon (jawaban) kepada Allah karena Allah telah lebih dulu berbuat baik kepada kita.

Doa:       Bapa sorgawi! Ajarilah kami untuk memahami bahwa kami memperoleh keselamatan hanya karena iman, yaitu iman kepada Yesus Kristus.  Amin. (WM)

 

MINTALAH BELAH KASIHAN ALLAH

Ev. Mika 7:14-20

            Mika 7:14-20 ini merupakan doa seorang saleh yang mewakili umat Allah. Doa ini disampaikan kepada Allah ketika bangsa Israel mengalami keterpurukan terutama dalam hal moral dan agama, yang membuat mereka dihukum oleh Allah. Dia memohon agar Allah bertindak sebagai gembala bagi domba-dombaNya (umatNya, Israel). Dalam Perjanjian Lama, Allah sering dinyatakan sebagai gembala (Mzm. 23; Kej. 48:15). Dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus (Anak Allah) dinyatakan sebagai gembala (Yoh. 10:11,14). Gembala yang baik akan memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Dia membimbing, memberi makan, menyembuhkan, melindungi, dan menguatkan domba-dombanya.

Dia mengenal domba-dombanya dan domba-dombanya mengenal Dia. Kambing-domba milikMu sendiri dalam nats ini menggambarkan hubungan yang khusus (dekat) antara Allah dengan umatNya. Allah itu adalah gembala yang mempunyai belas kasihan yang akan memberikan belas kasihan kepada umatNya. Mikha meminta Allah memberikan belas kasihanNya kepada umatNya. Belas kasihan itu berupa kesejahteraan, mujizat-mujizat yang membuat  musuh gentar. Belas kasihan yang utama adalah Allah mau mengampuni dosa-dosa mereka.

Mungkin kitapun punya masalah terutama dalam hal moral dan agama. Kita adalah manusia berdosa yang layak mendapatkan hukuman. Karena itu mari kita meminta belas kasihan Allah melalui Yesus Kristus sang gembala yang baik. Dia (Yesus Kristus) datang agar hidup kita berkelimpahan. Dia telah mengampuni dosa kita di kayu salib. Dia pasti mengabulkan doa kita kalau kita meminta kepada Yesus, karena yang meminta akan menerima (Luk. 11:10).

Doa:       Bapa sorgawi! Kasihanilah kami orang yang berdosa ini. Ampunilah dosa kami agar kami layak dihadapanMu demi Yesus Kristus Juruselamat kami. Amin. (WM)