Minggu, 8 April 2018

 

Minggu Quasimodogeniti

PEMELIHARAAN ALLAH

Ep.  Mazmur  23:1-6

       Allah adalah Bapa penuh kasih yang senantiasa memelihara semua ciptaanNya. Allah bukan saja melestarikan yang diciptakanNya, tetapi Dia juga menyediakan apa yang diper-lukan oleh semua ciptaanNya. Beberapa Mazmur menegaskan  kebaikan Allah dalam menyediakan kebutuhan umat ciptaanNya. Allah sendiri menyatakan kuasaNya untuk  menciptakan dan memelihara dan Yesus dengan tegas menyatakan bahwa Allah bahkan menyediakan kebutuhan burung-burung di udara dan bunga bakung di padang.

Mazmur ini yang bersumber dalam pikiran Tuhan dan diilhamkan oleh Roh Kudus, yang mengungkapkan perhatian dan pemeliharaanNya yang tekun atas mereka yang mengikuti Dia. Kita merupakan sasaran kasih ilahiNya yang sangat dihargaiNya, Dia mempedulikan masing masing kita sebagai seorang ayah mempe-dulikan anaknya dan seorang gembala kepada domba dombanya. Tuhan Yesus sendiri menggunakan metafora yang sama untuk menyatakan hubunganNya dengan umatNya (Yoh. 10:11-16). Orang percaya adalah domba dombaNya. Kita adalah milikNya dan menjadi  sasaran kasih karuniaNya.

Kita akan puas dengan pemeliharaan gembala yang baik serta perhatianNya. Kehadiran dan kedekatan sang Gembala membuat  kita dapat membaringkan diri dengan tenang, bebas dari segala ketakutan. Gembala yang baik membangkitkan dan menghidupkan jiwa kita  melalui kuasa dan kasihNya. Pada saat bahaya, kesulitan dan bahkan kematian, kita tidak takut bahaya, mengapa? Karena Yesus beserta kita dan kuasa dan wibawa Allah menjadi senjata pertahanan kita. Dengan Sang Gembala menemani kita sepanjang jalan hidup kita, kita akan menerima pertolongan dan kemurahanNya.

Doa:   Bapa, terima kasih atas pemeliharaanMu dalam hidup kami. Bimbing dan berkatilah hidupku hari lepas hari dan penuhilah kami dengan kasih karuniaMu. Amin. (PMS)

 

KASIH YANG MENGABDI BAGI TUHAN

Ev.  Yohanes 21:15-19

          Yesus mengajukan pertanyaan ini sampai tiga kali, dan ada alasan untuk itu. Tiga kali Petrus menyangkali TuhanNya. Tiga kali juga Tuhan memberi kesempatan untuk meneguhkan imannya. Yesus dalam pengampunanNya yang murah hati itu memberi kepada Petrus kesempatan untuk menghapuskan ingatan pada penyangkalan tiga kali dengan pernyataan kasih tiga kali. Kita harus memperhatikan apakah akibat kasih itu bagi Petrus? Pertama, memberi suatu tugas: Jika engkau mengasihi Aku, kata Yesus, maka berikanlah hidupmu untuk menggembalakan kawanan dombaKu. Pertanyaan terpenting yang pernah dihadapi Petrus ialah apakah ia  mempunyai kasih  yang mengabdi bagi TuhanNya.

Dua kata Yunani dipakai disini untuk kasih. Yang pertama, agapao berarti kasih yang rasional dan bertujuan, terutama dari pikiran dan kehendak. Yang kedua, phileo melibatkan perasaa kasih yang hangat dan yang lazim dari emosi. Jadi suatu kasih yang lebih pribadi dan penuh perasaan. Melalui kedua kata ini Yesus menunjukkan bahwa  kasih Petrus jangan hanya dari kehendak saja namun juga dari hati, kasih yang timbul dari hubungan pribadi.

Pertanyaan Yesus kepada Petrus adalah pertanyaan yang terpenting untuk semua orang percaya. Kita semua harus memiliki kasih pribadi dari dalam hati  bagi Yesus dan pengabdian kepadaNya (Yoh. 14:15). Yesus menggambarkan orang percaya sebagai anak anak domba  dan domba. Tiga hal tersirat dalam pernyataan ini: (1) Kita semua membutuhkan perawatan pastoral. (2) Kita senantiasa perlu makan dari Firman Allah. (3) Karena domba cenderung keluyuran mendekati bahaya, kita senantiasa memerlukan bimbingan, perlin-dungan dan teguran. Yesus memandang  kasih sebagai dasar dari semua pelayanan  Kristen .

Doa: Bapa, Biarlah kasihMu melimpah di dalam hidupku untuk membangun pelayananku. Amin. (PMS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.