Selasa, 3 April 2018

 

MEMULIAKAN TUHAN DENGAN TUBUH

Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Korintus 6:20)

Mat. 26:26-29                          BE. 344:4                              Ayub 9:13-24

            Sementara memberikan peringatan terhadap kelemahan moral, Rasul Paulus menunjukkan akibat kebejatan seksual pada orang percaya. Ketika seseorang mengikatkan dirinya dengan wanita asusila, ia menjadi satu dengan wanita itu, berada di bawah pengaruh kekuasaan wanita itu, menajiskan apa yang dikuduskan salib dan memisahkan dirinya dengan kerajaan Allah. Percabulan secara khusus  menjijikkan bagi Allah. Lebih dari tindakan berdosa, tindakan ini mena-jiskan  tubuh, yang telah menjadi bait Roh. Paulus menasehatkan agar menjauhkan  diri dari kebejatan seksual.

Sebagai orang Kristen, tubuh kita adalah tempat tinggal pribadi Roh Kudus yang menandakan bahwa kita adalah milikNya. Tubuh manusia diciptakan  bukan untuk percabulan. Percabulan tidak sesuai dengan maksud Allah. Tubuh kita diciptakan supaya menjadi satu anggota dari tubuh Kristus dan menjadi tempat kediaman Roh Kudus. Tubuh kita telah ditebus dengan darah Kristus sehingga tubuh kita menjadi alat  kebenaran dan kekudusan. Karena keadaan itulah, maka dosa percabulan bertentangan dengan maksud Tuhan. Tubuh kita diciptakan agar kita dapat berkembang biak dan bukan agar kita mela-kukan percabulan untuk kepuasan kedagingan.

Allah sudah memuliakan tubuh manusia dengan mencipta-kannya segambar menurut rupaNya. Pada suatu hari kelak tubuh itu akan didudukkan di atas takhta beserta dengan Kristus untuk mengha-kimi seluruh dunia ini. Karena itu hendaklah kita memelihara kekudusan  tubuh kita. Hendaklah kita memakai tubuh kita untuk memuliakan Tuhan. Dosa-dosa kita telah dibayar lunas melalui darah Kristus, supaya tubuh kita menjadi kudus bersih dari segala dosa.

Doa:       Bapa, terima kasih telah membersihkan dosa-dosaku supaya  tubuhku layak untuk memuliakanMu.  Amin. (PMS)

About the author: bksmarturia

3 comments to “Selasa, 3 April 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

  1. Buha - April 3, 2018 at 5:21 am Reply

    Shalom

    Terima kasih utk pelayanan online nya

    Mhn info mengenai halaman renungan harian yg tidak dpt kita zoom dgn menggunakan ipad dan juga format tulisannya kurang gelap sehingga sulit dibaca oleh yg usia sdh lebih dari 50 thn

    Format lama yg dibuat di marturiawordpress teksnya jelas dan dapat di zoom dan sangat menolong utk pembaca yg sudah tua..

    Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.