YESUS ANAK ALLAH

Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat matiNya demikian, berkatalah ia: “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!” (Markus 15:39)

Mat. 27:57-60                                BE. 427:1-2                        Yes. 53: 9-12

              Kepala pasukan dan prajurit menyaksikan proses penyaliban Tuhan Yesus. Pada jam 12.00 sampai jam tiga sore, kegelapan meliputi bukit Golgata. Tepat jam tiga, Yesus berseru dengan nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?” yang artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Yesus menyerahkan nyawaNya kepada Allah Bapa, dan segera tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, diikuti oleh gempa bumi. Melihat semua kejadian itu, kepala pasukan mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Yesus lahir dari ibuNya Maria yang mengandung dari Roh Kudus sebelum Maria kawin dengan Yusuf. Missinya adalah untuk rela mati disalibkan menebus dosa-dosa umat manusia. Demikian besar kasih Allah akan menusia berdosa ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3: 16). Hal itu dilakukan oleh Allah untuk menegakkan keadilan dan kasihNya bagi umat manusia, supaya kita beroleh keselamatan.

Sebagai orang yang telah menerima kasih karunia kese-lamatan, kita juga terpanggil untuk rela berkorban mengasihi orang lain. Yesus sendiri berfirman kepada semua orang yang dikasihiNya: “Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Inilah perintahKu kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain (Yoh. 15: 17). Marilah mengasihi Tuhan kita dan mengasihi sesama manusia.

Doa  :     Terima kasih Tuhan yang telah memberikan kasih karunia
keselamat bagi kami melalui pengorbanan AnakMu Yesus
Kristus Juruselamat kami. Amin. (PJS)