Paskah Pertama

TUHAN MENDENGARKAN DOA UMATNYA

Ep.  Yunus 2: 1-9

 

Nats ini adalah doa Yunus kepada Tuhan, ketika dia berada di perut ikan besar selama 3 hari. Yunus menyesali tindakannya menghindar untuk tidak melaksanakan perintah Tuhan. Tuhan memerintahkan Yunus pergi ke Niniwe untuk mengingatkan penduduk Niniwe berhenti melakukan kejahatan, tetapi Yunus justru sengaja mengambil kapal menuju Tarsis. Setelah menghadapi badai besar dan proses undi, Yunus dicampakkan ke laut dan ditelan ikan besar untuk kemudian dibawa ikan itu ke Niniwe melaksanakan perintah Tuhan.

Di Niniwe Yunus menyuarakan rencana Tuhan membinasakan semua isi kota itu karena kejahatan mereka. Mendengar rencana Tuhan itu, semua penduduk kota dipimpin oleh rajanya melakukan pertobatan serta secara bersama-sama berseru kepada Tuhan untuk mengu-rungkan rencanaNya. Tuhan yang Maha Baik dan Maha Kasih menga-bulkan doa pertobatan mereka, dan mereka diselamatkan.

Hari ini kita merayakan Paskah. Paskah artinya: Yesus yang telah mati dan dikurbukan bangkit kembali pada hari yang ketiga. Yesus mati disalibkan sebagai pengganti semua umat manusi menjalani hukuman maut atas dosa-dosa kita. Pada hari yang ketiga Yesus bangkit dari antara orang mati berarti Yesus telah mengalahkan kematian. Melalui Yunus, Tuhan menyampaikan rancangan kesela-matan bagi penduduk Niniwe. Melalui Yesus, Tuhan telah menyediakan keselamatan bagi kita orang-orang berdosa. Kasih karunia keselamatan telah diberikan oleh Allah kepada kita dengan cuma-cuma melalui pengorbanan Yesus; bukan karena perbuatan baik kita sendiri, tetapi pemberian Allah. Sebagai orang yang telah diselamatkan, kita berdoa seperti Yunus memberitakan keselamatan itu kepada banyak orang supaya mereka bertobat dan diselamatkan.

 Doa:       Terimakasih Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib untuk menebus kami. Kuatkan kami untuk selalu patuh melaksanakan perintahMu. Amin. (PJS)

 

MENJADI SAKSI-SAKSI KRISTUS

Ev.   Kisah Para Rasul 10:39-43

 

Kepada banyak orang yang sedang berkumpul di rumah Kornelius di Kaisarea, Simon Petrus bersaksi mengenai pengalaman hidupnya bersama Tuhan Yesus, serta mengenai segala mujizat yang telah dilakukanNya. Disamping Petrus, banyak orang menyaksikan sendiri bagaimana Yesus mengajar di Bait Allah, berkotbah di hadapan 5.000 orang lebih dan memberikan mereka semua makan melalui 5 roti dan dua ekor ikan, menyembuhkan banyak orang sakit. Bahwa Yesus mati disalibkan, dikuburkan dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati, kemudian naik ke sorga, adalah kenyataan yang telah disaksikan oleh banyak orang. Kesaksian itu kemudian telah diberitakan dari generasi ke generasi bahkan telah merupakan bagian dari Firman yang dimuat di dalam Alkitab.

Inti pokok dari kesaksian itu adalah bahwa Yesus adalah Tuhan yang datang ke bumi untuk menyelamatkan orang berdosa. Untuk itu, Yesus harus disalibkan sebagai pengganti atau tebusan atas dosa-dosa kita. Yesus disalibkan karena dosa pemberontakan kita; Ia diremukkan karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada Yesus, supaya dalam Dia, kita dibenarkan oleh Allah menjadi biji mataNya.

Oleh sebab itu, kita yang tidak melihat semua kejadian itu secara langsung harus percaya di dalam iman supaya kita juga beroleh keselamatan.Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Sebagai orang yang menerima kaselamatan, kita pun harus bersaksi kepada orang lain yang belum percaya, supaya mereka juga dipenuhi Roh Kudus dan percaya dalam iman, mengaku Yesus adalah Tuhan dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya.

 Doa:       Terimakasih Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib untuk menebus kami. Ajar dan kuatkan kami menjadi saksi-saksiMu. Amin. (PJS)