BERJAGA-JAGA DAN TEKUN BERDOA

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah (Markus 14:38)

Mat. 26: 36-46 BE. 249:5+6 Yoh. 18:1-11

Dalam menghadapi proses penangkapan dan Mahkamah Agama, Yesus menguatkan hati murid-muridNya. Yesus tahu apa yang akan terjadi, bahwa Dia akan ditangkap, dihadapkan ke Mahkamah Agma dan penguasa Pilatus, diolok-olok dan disalibkan. Yesus tahu bahwa itu semua adalah rancangan Tuhan untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Untuk itu, Yesus berdoa di taman Getsemani bukan untuk menghindar, akan tetapi menyatakan kesediaan untuk melaksanakan rancangan Tuhan.

Yesus juga menyadari bahwa menyaksikan semuanya itu, hati murid-muridNya akan menjadi kecut, ketakutan tak berdaya. Itu sebabnya Yesus memberikan peneguhan. Yesus menyadarkan murid-muridnya bahwa kuasa iblis itu selalu ada di sekitar kita. Bahkan di tengah-tengah kita sendiri bisa terdapat penghianatan seperti yang dilkakukan Yudas Iskariot menghianati Tuhan Yesus. Karena itu, Yesus mengingatkan murid-muridNya supaya selalu berjaga-jaga dan tekun berdoa mohon penyertaan dan pertolongan Tuhan.

Demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari termasuk dalam melaksanakan tugas panggilan kita sebagai hamba Tuhan atau Evangelis bahkan dalam pekerjaan biasa yang kita lakukan sehari-hari, Yesus mengingatkan supaya kita selalu berjaga-jaga dan tekun berdoa. Kuasa iblis itu bisa datang melalui bentuk-bentuk pencobaan, seperti yang dihadapkan kepada Yesus menawarkan merubah batu menjadi roti, menjatuhkan diri, dan harta benda (Mat. 4: 1-9). Sebab itu kita harus teguh dalam iman dan berdoa mohon bimbingan Roh Kudus.

Doa : Terima kasih Tuhan Yesus yang mengingatkan kami untuk
selalu berjaga-jaga dan tekun berdoa supaya kami tidak
jatuh dalam berbagai pencobaan. Amin. (PJS)