Jumat Agung

ALLAHKU, ALLAHKU, MENGAPA ENGKAU MENINGGALKAN AKU?
Ep.   Mazmur 22:1-9

Mazmur 22 adalah salah satu mazmur ratapan yang paling intens menggumuli perasaan ditinggalkan Allah (Ayat 2-3). Pemazmur, dengan sikap berdoa menggumuli perasaan ditinggalkan oleh Allah. Dia juga merasa lelah diolok-olok musuh (Ayat 7-9), sehingga ia merasa fisik dan psikisnya  ibarat ulat yang mudah dihancurkan. Tetapi, di saat mengalami penderitaan, pemazmur tetap sanggup menaikkan pujian, seolah-olah masalahnya sudah selesai dan dia merasakan penyertaan Allah (Ayat 23-32).

Doa Yesus saat sebelum meregang nyawa di atas salib menyerukan “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Yesus bukan hanya menggenapi Mazmur 22 dari sisi penderitaan di kayu salib, tetapi Yesus juga menggenapinya dengan kemenanganNya atas kuasa dosa dan maut, sehingga orang-orang dari segala penjuru datang menyembah Dia karena keselamatan yang sudah dirasakan mereka.

Agar semua orang mengenal Yesus, Sang Juruselamat, anda dan saya dipercayakan untuk memberitakan kasih sayang dan kuasaNya. Keyakinan akan pertolongan Tuhan yang tepat waktu harus membuat orang percaya lebih bertekad untuk memegahkan nama Allah di tengah-tengah umatNya. Kita terpanggil mengajak semua orang untuk memuji Tuhan, dan meyakinkan mereka bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia. Dalam memberitakan Injil, kita boleh saja menghadapi banyak tantangan bahkan cemohan dan ancaman. Namun kita harus tetap memberitakan Injil supaya dengan pertolongan Roh Kudus kelak semua orang akan berbalik memuji Allah seperti yang dilakukan oleh pemazmur (Ayat 28-32).

Doa:       Tuhan, Engkaulah Tuhan dan Juruselamat kami, jangan tinggalkan kami, supaya kami memberitakan kebenarn InjilmMu kepada semua orang. Amin. (DEL)

 

MEMANDANG YESUS YANG DISALIBKAN
Ev.  Yohanes 19:28-37

               Kedatangan Yesus ke dunia, lahir melalui Roh Kudus sebagai anak manusia, menderita, dan rela mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari hukuman maut atas dosa-dosanya. Semuanya itu telah direncanakan oleh Allah Bapa, dinubuatkan oleh para nabi, dan semuanya jelas tertulis dalam Alkitab.

Yesus mengalami proses pengadilan semalam suntuk yang sangat melelahkan, disiksa dan dicaci-maki tanpa alasan, digantung di kayu salib, suatu hukuman yang tertinggi dan paling memalukan pada masa itu; darah bercucuran tanpa henti, membuat Yesus sangat lelah dan haus (Mazmur 69:22). Yesus menolak minum anggur bercampur empedu (Matius 27:34), tetapi di sini Dia mau meminum anggur asam. Meskipun dalam keadaan yang sangat menderita, Yesus tetap menunjukkan kasih dan anugerah Allah kepada orang berdosa yang disalibkan bersama Dia. Yesus menyerahkan nyawaNya ke dalam tangan Allah Bapa. Kematian Yesus ini, menunjukkan betapa Dia tunduk pada kehendak Allah Bapa yang menginginkan Dia menggan-tikan manusia menjadi kurban penebus dosa.

Itulah pengorbanan Yesus demi kasihNya bagi kita orang berdosa. Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadaNya, dan karena bilur-bilurNya kita menjadi sembuh (Yes. 53: 5). Sekarang, jika Yesus mau menderita untuk anda dan saya, apakah kita siap menderita dalam memberitakan KasihNya? Mengikut Yesus berarti menapaki jalan salib, jalan penderitaan karena iman kita. Menderita karena melaksanakan tugas memberitakan Injil, harus membuat kita maju dalam iman, membuat sukacita kita sempurna karena semua orang menerima berita keselamatan.

 Doa:       Tuhan, terimakasih atas pengorbananMu di kayu salib menyelamatkan kami. Kuatkan kami rela berkorban memberitakan kasihMu ke segala penjuru. Amin. (DEL)