BERDOA DENGAN SUKACITA

Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita (Filipi 1:4)

Luk. 11: 27-28 BE. 787:5 1Taw. 16: 8-12

Paulus pada waktu menulis surat ini berada di penjara. Seorang yang dibelenggu karena memberitakan Injil. Dalam situasi demikian sebenarnya sangat sulit untuk bersukacita. Tetapi dalam Ayat ini dikatakan “aku selalu berdoa dengan sukacita (4b)”. Dari penjara, Paulus bukan hanya selalu mendoakan semua jemaat yang dikunjunginya, tetapi bahkan juga sangat rajin menulis surat penggem-balaan kepada jemaat tersebut.

Ia mengucap syukur dan berdoa dengan sukacita karena persekutuan jemaat dalam Injil Kristus. Ia dipenjara tapi Injil Kristus terus diberitakan oleh saksi-saksi Kristus di Filipi. Jemaat di Filipi bukan hanya menerima keselamatan, tetapi juga ikut mengambil bagian di dalamnya dengan jalan memberi tumpangan kepada pemberita injil dan berdoa untuk mereka dan pekerjaannya. Mereka juga megirimkan bantuan (persembahan) untuk memberitakan Injil Kristus dan mereka tetap menjadi saksi-saksi Kristus.

Saudaraku, alangkah baiknya kalua kita meneladani sikap Rasul Paulus yang selalu bersukacita untuk pemberitaan Injil. Dia sangat peduli dengan jemaat yang diinjilinya dan selalu didoakan dengan sukacita. Sebagai jemaat yang sudah menerima keselamatan itu dengan gratis, sebaiknya kita juga aktif untuk mendukung pekabaran Injil ke seluruh ciptaan. Caranya sudah dicontohkan oleh Paulus: Tidak ada waktu berhenti memberitakan Injil, bahkan dari penjara pun. Tetap bersukacita dalam memberitakan Injil dan mendoakan jemaat yang diinjilinya. Marilah kita dengan semangat dan suka cita memberitakan Injil Kristus dalam rasa sukacita dan ucapan syukur.

Doa: Ya Tuhan berikanlah kepada kami anak-anakMu Roh Kudus, sehingga kami dituntun untuk berdoa dan memberitakan Injil. Amin. (BSS)