BERMEGAH DI DALAM NAMA TUHAN

Bermegahlah di dalam namaNya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan (Mazmur 105:3)

Mat.16:21-23 BE. 772:1-2 Yes. 61:10-11

Liturgi ibadah yang dipakai dan dibacakan kepada bangsa Israel pada masa Bait Suci yang kedua bersumber pada Mazmur 105 ini yang terdiri dari tiga tahapan sikap. Sikap pertama yang diajarkan Pemazmur adalah ajakan datang kepada Tuhan bersyukur, bernyanyi dan bermegah dalam nama Tuhan (Ayat 1-3). Itu berarti, sikap pertama yang mendahului seseorang memasuki ibadah adalah hati yang bersukacita dengan memuji-muji Allah.

Sikap kedua adalah mencari Allah (Ayat 4). Kata “carilah” diulang tiga kali dalam ayat ini, yaitu carilah Tuhan, carilah kekua-tanNya, dan carilah wajahNya selalu. Terdapat penekanan yang mengalami peningkatan, yang dimulai dari mencari pribadi Allah, lalu mencari perlindungan dalam kekuatanNya, dan pada akhirnya mencari kesukaan untuk tinggal dekat dengan Allah. Pada bagian ini, sesungguhnya ajakan Pemazmur untuk datang ke hadirat Tuhan dan mencari Tuhan, bukanlah ajakan untuk berkumpul dalam sebuah upacara ibadah seperti yang kita lakukan setiap minggu, melainkan ajakan untuk memiliki hidup yang datang dan dekat kepada Tuhan. Hal ini semakin jelas melalui penekanan Pemazmur yang memakai kata “selalu”, yang menunjukkan aktivitas yang terus-menerus dilakukan menjadi keseharian dan keseluruhan hidup kita.

Tahap ketiga, terakhir, Pemazmur juga mengundang setiap orang percaya memiliki sikap mengingat perbuatan dan pertolongan Tuhan yang ajaib. Karena ibadah yang berkenan di mata Tuhan adalah hidup yang datang kepada Tuhan, mencari pribadi Tuhan dan mengingat dan mensyukuri pertolonganNya.

Doa: Tuhan, berikanlah kesadaran kepada kami untuk beribadah, bukan hanya secara rutinitas, tetapi dalam keseluruhan aspek hidup kami. Amin. (LasN)