MENCARI ALLAH DENGAN SEGENAP HATI

Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya (Yesaya 65:24)

Luk. 13:10-1                            BE. 677:1-2                               Yer. 1:4-8

           Ayat ini adalah sebuah pujian dalam kitab Yesaya yang sangat indah. Firman Tuhan ini berbicara tentang hakekat dari sebuah pujian dan doa. Ayat ini mengingatkan kita bahwa memuji Tuhan bukan dimulai dengan menyampaikan keinginan kita kepada Allah, tetapi dimulai dari memahami kehendak Tuhan dalam kehidupan kita, yakni apa-apa saja yang Allah inginkan dari kita untuk kita minta kepadaNya. Ketika kita memahami apa yang Allah kehendaki untuk kita mohonkan, maka yang pertama, permintaan kita tetap sejalan dengan kehendakNya dan kita akan diberi keberanian untuk meminta apa yang Allah sudah siapkan untuk diberikan kepada kita bahkan kadang jauh dari apa  yang kita pikirkan.

Dengan demikian, memohon dan berdoa bukan untuk meminta perhatian Allah, melainkan kita memfokuskan perhatian kita kepada kehendak  Allah, mencari Allah dengan segenap hati. Kalau kita mengetahui apa yang sesungguhnya ingin Allah berikan, ketika kita memohon kepadaNya, maka setiap permohonan dan doa kita akan  mendapat jawaban dari Tuhan. Karena Allah lebih tahu tentang apa yang kita butuhkan, dan kehendakNyalah yang terjadi.

Pada saat kita berdoa memohon sesuatu dari Tuhan, pada saat itu juga kita harus sudah mempersiapkan diri bagaimana kita secara bertanggungjawab menggunakannya sesuai dengan kehendak Tuhan. Bila kita belum siap, atau bila kita akan menyalahgunakannya, Allah yang Maha Tahu itu tentu akan menunda atau tidak meluluskan doa permohonan kita. Sebab itu, marilah tekun berdoa, karena Tuhan mendengar perminataan dan doa yang disampaikan dalam iman.

 Doa:       Ya Tuhan Engkau telah mengetahui apa yang kami butuhkan dalam hidup kami. Berilah segala sesuatu indah pada waktunya. Amin. (ARP)