KASIH TUHAN KEKAL

Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu (Yeremia 31:3)

1 Tes. 4:1-7                              BE. 755:1+3                               Yes. 5:1-4

Keadaan jaman Nabi Yeremia dan zaman Yesus hampir sama. Pada zaman Yeremia orang-orang Israel dan imam-imam percaya Tuhan, tetapi kelakuan dan tindakan tidak sesuai Firman Tuhan. Zaman Yesus imam-imam dan orang-orang Israel dalam kelakuan dan tindakannya tidak percaya Tuhan karena orang-orang Israel telah membuat kebenaran mereka sendiri. Yesus mencela dan menegur para imam dan orang-orang Parisi, karena melanggar Firman Tuhan dan Yesus di benci oleh imam-imam dan para tua-tua Israel.

Gereja dan pelayan-pelayannya telah menciptakan kebenaran-kebenaran mereka sendiri sebagaimana Firman mengatakan: “Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah” (Roma 10:2-3).

Nampaknya sekarang ini banyak juga lembaga dan pimpi-nannya yang merasa benar sendiri. Oleh karena itu, seperti nats di atas, marilah kita percaya sungguh-sungguh kepada Firman Tuhan dan jangan membuat kebenaran sendiri, supaya Tuhan mengasihi kita dengan kasihNya yang kekal itu. Dengan demikian kita juga beroleh hidup kekal sebagaimana FirmanNya mengatakan: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu” (Yoh. 10:28).

Doa :      Terima kasih Tuhan Yesus atas kasihMu yang kekal, telah membeli kami dengan darahMu yang kudus, sehingga kami beroleh hidup kekal bersamaMu di sorga. Amin. (GT)