MELAKSANAKAN PANGGILAN TUHAN

Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya Tuhan, Allahku (Yunus 2:6)

Mrk.12:1-9                                    BE: 503: 1-2                               Am. 8:2-3

              Yunus mengingkari panggilan Tuhan. Yunus, dalam bahasa Ibrani artinya merpati. Berita Yunus hampir cerita dan tidak mengandung nubuat, tetapi menyangkal dan mengingkari panggilan Tuhan kepadaNya. Dia diperintahkan Allah pergi ke Niniwe untuk menentang segala kejahatan. Tuhan berfirman: ”Berserulah kepada mereka karena kejahatan mereka telah sampai kepadaKu” (Yunus 1:3). Tetapi Yunus menolak dan bersiap melarikan diri.

Dia naik kapal ke Tarsis, terjadilah badai yang sangat besar, orang-orang itu sangat takut dan bertanya: Siapakah engkau? Apa yang telah kau perbuat? Akhirnya untuk keselamatan seluruh yang ada di kapal, Yunus memohon agar dia dilemparkan ke laut, lalu Nabi Yunus ditelan ikan besar selama 3 hari dan dia berdoa kepada Allah untuk menyelamatkannya. Sesudah itu Nabi Yunus dimuntahkan ikan itu ke darat. Ahkirnya Yunus bertobat dan pergi ke Niniwe. Di kota itu, dia menyerukan hukuman Tuhan akan datang atas kejahatan mereka. Mendengarkan itu, semua penduduk bertobat, dan Tuhan tidak jadi menghukum membinasakan segala isi Niniwe.

Nats ini mengingatkan kita untuk tidak menghindar atau menolak melaksanakan perintah Tuhan. Kita semua, baik para hamba Tuhan maupun para jemaat atau awam, pada dasarnya juga telah menerima panggilan untuk memberitakan Firman, mengajar dan membaptis mereka yang belum percaya (Mat. 28: 18-20), supaya mereka juga mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia. Marilah kita sambut dan mengatakan: Disini aku Tuhan, utuslah aku.

 Doa:       Pilih dan utuslah aku Tuhan menjadi hambaMu yang setia menyampaikan berita keselamatan kepada mereka yang belum percaya Tuhan Yesus. Amin.  (Vic.S)