MEMANDANG YESUS YANG DITINGGIKAN

Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup” (Bilangan 21:8)

 1 Ptr. 1:13-16                            BE. 243:1+3                        Yes. 40:12-17

Dalam perjalanan ke Kanaan, orang-orang Israel yang kelelahan, bersungut-sungut dan mengeluh kepada Musa dan berkata: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini, kami telah muak” (Ayat 5-6). Lalu Allah marah dan mengirimkan ular-ular tedung ke antara umat itu. Banyak orang Israel dipagut dan akhirnya mati. Dari kejadian ini, umat Israel mengakui telah berdosa dan memohon untuk dibebaskan dari wabah ular itu. Musa, kemudian membawa permohonan ini ke hadapan Allah, dan Allah mengabulkannya. Ia menyuruh Musa membuat ular tedung dari tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang, dan menjanjikan bahwa siapa pun yang telah dipagut ular akan tetap selamat, jika ia memandang kepada ular itu.

Mengacu pada peristiwa itu, pada suatu malam, Yesus berbicara kepada Nikodemus dan mengatakan bahwa Anak Manusia akan ditinggikan, sama seperti Musa meninggikan ular tembaga, supaya setiap orang yang percaya kepada Yesus dapat “beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:14-15. Semua orang yang memandang Yesus yang telah ditinggikan itu akan beroleh hidup kekal.

Sama seperti orang-orang Israel yang terhindar dari kematian dengan memandang kepada ular yang ditinggikan itu, demikianlah, siapa pun yang melihat kepada Yesus dalam iman sebagai Anak Manusia yang telah ditinggikan, maka ia akan memiliki hidup yang kekal. Tindakan keselamatan ini berdasar pada kasih Allah.

Doa:       Terpujilah Tuhan yang telah meninggikan Yesus Kristus untuk keselamatan kami. Kuatkanlah kami Tuhan untuk memandang Yesus Juruselamat kami. Amin. (LPH)