PERCAYA DAN CURHAT KEPADA ALLAH

Percayalah kepadaNya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapanNya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela (Mazmur 62:9)

 Mat. 21:18-22                          BE. 403:1-2                         Yer.  33:10-11

Mazmur ini mencerminkan kepercayaan Daud hanya kepada Allah saja. Karena di dalam Dia ada perlindungan, ketenangan dan pengharapan. Di tengah berbagai masalah dan tekanan batin, Daud menyerahkan semuanya ke dalam tangan Allah yang kuat. Di sekitar kita memang beragam masalah: Ada yang bermulut manis, namun penuh intrik dan tipu muslihat. Lain di bibir lain di hati. Sulit untuk dipercaya. Hanya kepada Allah saja ada pengharapan, ada kekuatan, dan Dialah tempat perlindungan kita. Manusia bisa mengkhi-anati dan berdusta, tetapi percaya hanya kepada Allah yang setia, kepadaNyalah kita mencurahkan isi hati kita.

Dari pengalaman Daud bersama Allah, ada pesan bagi kita agar tidak memberikan kepercayaan kepada alamat yang salah yaitu manusia atau kepada kekuatan material. Percayalah kepada Allah. Mempercayakan diri kepada manusia bisa berubah setiap saat. Tergantung pada situasi dan kondisi dan kepentingannya pada saat itu. Manusia tidak dapat dipercaya. Demikian juga kalau mengandalkan kekuatan materi seperti uang, jabatan, pendidikan atau kedudukan;  juga cepat berubah dan berlalu, tidak dapat diandalkan.

Percaya kepada Allah bukan hanya pada saat susah atau bermasalah. Tetapi setiap waktu. Waktu susah maupun senang, waktu duka maupun suka. Kenapa kita curahkan isi hati kita kepada Allah? Karena hanya kepada Allah saja yang dapat dipercaya. Di situ kita mendapat kelegaan dan jaminan damai sejahtera. Yesus mengundang kita: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11:28).

 Doa:       Ya Allah, hanya kepadaMu kami mencurahkan isi hati kami supaya kami mendapat kelegaan. Amin. (DSim)