KAMI MILIK TUHAN

Serta berkata: “Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapanMu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milikMu” (Keleluaran 34:9)

Rm. 4:13-16                            BE:183: 1 + 3                    Mzm. 36: 6-8

Bangsa Israel sebenarnya telah menyaksikan sendiri bagaimana kuasa Tuhan menolong mereka keluar dari perbudakan selama 400 tahun di Mesir. Mereka menyaksikan mujizat Tuhan menge-nakan 10 tulah di Mesir supaya raja tidak berkeras menahan bangsa Israel tinggal di Mesir. Laut Teberau dibelah supaya bangsa Israel dapat menyeberang, dan tertutup kembali supaya pasukan perang raja tidak bisa mengejar. Mereka selamat meneruskan perjalanan.

Namun baru 2 atau 3 hari dalam perjalanan, mereka telah bersungut-sungut, karena mereka kehausan. Ada air tapi pahit, maka berserulah Musa kepada Tuhan. Tuhan menyuruh Musa mengambil sepotong kayu dan dilemparkan ke dalam air itu, maka air itu pun menjadi tawar. Waktu Musa menghadap Tuhan di gunung Sinai selama 40 hari, bangsa Israel membuat patung lembu emas, berpesta pora, menari-nari, makan-minum, serta menyembah patung emas. Musa turun dari gunung Sinai dan marah. Musa juga mengetahui bahwa Tuhan marah dan akan membinasakan semua orang Israel.

Menyadari hal itu, Musa sujud dan berdoa kepada Tuhan supaya tidak membinasakan bangsa Israel yang tegar tengkuk itu. Tuhan mengabulkan doanya. Tuhan bukan saja mengabulkan doa orang-orang beriman, bahkan telah mengampuni dosa pemberontakan kita melalui pengorbanan Yesus mati disalibkan untuk menebus manusia dari dosa-dosa kita (Yes. 53:1-5).

Doa:       Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengampuni dosa-dosa kami dan menyelamatkan kami, karena kami adalah milikMu. Amin. (AHSim)