Minggu Okuli

BERLARI-LARI KEPADA TUJUAN

Ep.   Filipi 3:13-16

Inti nats ini adalah bagaimana supaya kita semua berjalan fokus menjadi pemenang, bukan objek penderita, atau budak dosa lagi. Paulus yang dahulu diperbudak dogma untuk mencapai kesela-matan itu dengan melakukan hukum Taurat, dibentuk dan diarahkan Tuhan Yesus melalui RohNya, pemenang dari: pendosa menjadi kepercayaan Yesus; dari fanatisme agama menjadi Kasih dan dari alat penderita menjadi merdeka dan bangga hati ber-Tuhan.

Nats ini menganjurkan kita untuk berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (14). Tujuan hidup bersama Tuhan Yesus, jauh lebih besar dari pemilikan apa pun juga dalam hidup ini. Hidup kekal itu melingkup kita dalam hidup di dunia ini. Supaya fokus menuju hidup bersama Yesus, kita harus meninggalkan masa lalu kita, yaitu hidup yang suram, kelabu, penuh kekerasan dan penindasan. Artinya tidak lagi berjalan di tempat, mengeluh, menunggu-nunggu dan bersungut-sungut, akan tetapi, berlari, kerja, kerja dan kerja yang baik. Ini hidup yang lebih besar di depan daripada yang lalu.

Hidup bersama Tuhan Yesus itu adalah hidup yang berpeng-harapan di dalam iman dan kasih, sebagaimana Paulus mengatakan: “Demikianlah tinggal akan hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah Kasih (1Kor. 13:13). Kenapa? Karena iman itu Yesus. Begitu bertemu bersama Yesus di Sorga, iman terpenuhi. Demikian juga pengharapan ke Sorga; kalau sudah sampai di Sorga, pengharapan terpenuhi. Tetapi, Kasih, adalah Allah, kekal, tidak bermula dan tidak berakhir. Itu sebab, yang sementara itu adalah alat, sedangkan kekekalan itu adalah tujuan.

 

Doa:       Tuhan, mampukan kami meninggalkan masa lalu kami yang kelabu, supaya fokus berlari menuju kehidupan kekal bersama Yesus. Amin. (MPSil)

KASIH KARUNIA TUHAN MENYELAMATKAN

Ev.   Yesaya 43:16-21

Nats ini mengingatkan bagaimana Tuhan menolong bangsa Israel keluar dari perhambaan di Mesir, dan menyelamatkan mereka dari pengejaran pasukan raja Firaun menyeberangi Laut Tiberau, serta melindungi mereka dalam perjalanan di gurun pasir. Semuanya itu dilakukan Tuhan adalah karena kasih karuniaNya bagi bangsa Israel bangsa pilihannya. Walau bangsa Israel sering melupakan Tuhan, akan tetapi Tuhan tetap mengasihi bangsa Israel, dan berkenaan kepada bangsa pilihanNya.

Kasih Karunia, berarti pemberian Allah yang cuma-cuma, untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. Itulah Tuhan Yesus, Allah yang menjadi manusia, bersama manusia, tetapi tidak berdosa, agar dapat menyelamatkan manusia. Bangsa yang terbuang, terhina, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menyelamatkan diri, disapa Allah: “Akulah Tuhan Allahmu” (Ayat 15). Artinya,  Allah tetap dan penyelamat, apapun dan bagaimanapun dunia ini. Dia adalah Allah Yang Kudus, artinya berkualitas, berlipat ganda dan menghidupkan. Sehingga. yang lemah jadi kuat, yang apatis jadi proaktif, yang miskin jadi dermawan dan yang terbuang jadi merdeka.

Banyak cara Allah menyelamatkan kita bangsa pilihanNya. Tetapi kita sering melupakan Tuhan yang sumber kasih karunia itu. Kita manusia sering terperangkap pada logika dan kecanggihan teknologi, terutama di jaman globalisasi ini, dan sudah merasa hidup di zona aman. Tuhan berkata: janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, sekarang sudah jaman sekarang. Ingatlah segala keajaiban yang dilakukan oleh Tuhan, supaya semua ciptaan memuliakan Tuhan. Fokus ke depan memberitakan kemasyhuran Tuhan, supaya semua umat mensyukuri kasih karunia Tuhan yang diperolehnya.

Doa:       Terima kasih Tuhan atas kelimpahan berkatMu dalam kehidupan kami dan atas kasih karuniaMu menyelamatkan kami dari hukuman maut. Amin. (MPSil)